Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mobil Bekas Nol Kilometer Laris di China, Harga Diskon Tapi Belum Pernah Dipakai

Alfian Yusni • Jumat, 6 Juni 2025 | 19:50 WIB
Tren mobil bekas nol kilometer menandai tekanan besar di pasar otomotif China. Produsen berlomba menjual sebanyak mungkin, bahkan dengan cara yang abu-abu. (Foto: carnewschina)
Tren mobil bekas nol kilometer menandai tekanan besar di pasar otomotif China. Produsen berlomba menjual sebanyak mungkin, bahkan dengan cara yang abu-abu. (Foto: carnewschina)

LombokPost - Fenomena unik tengah marak di pasar otomotif China: mobil bekas nol kilometer. Meski disebut bekas, mobil ini belum pernah dikendarai, odometernya masih nol, dan kondisinya persis seperti mobil baru.

Namun karena sudah terdaftar dan berpelat nomor, mobil ini masuk dalam kategori mobil bekas nol kilometer.

Konsumen pun ramai memburunya. Harga yang ditawarkan lebih murah dari mobil baru biasa.

Mobil bekas nol kilometer ini disebut sebagai strategi cerdik dari produsen dan dealer mobil untuk mengejar target penjualan dan mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Fenomena mobil bekas nol kilometer juga muncul karena produsen ingin segera memenuhi kuota ekspor atau laporan penjualan kuartalan.

Mobil-mobil ini memang sudah resmi didaftarkan sebagai terjual, namun faktanya belum pernah menyentuh aspal.

Harga Miring, Tapi Belum Pernah Dipakai

Mobil bekas nol kilometer tetap menggoda konsumen karena tampilannya masih baru, lengkap dengan fitur bawaan pabrik, namun dipasarkan dengan harga diskon.

Banyak konsumen tak sadar bahwa mobil ini secara administratif sudah dianggap bukan barang baru.

“Odometernya nol, pelat nomor sudah ada, tapi belum pernah digunakan. Dari luar, tak ada beda dengan mobil baru,” kata seorang analis otomotif di Beijing.

Pasar mobil bekas China kini dipenuhi unit seperti ini. Strategi tersebut juga memungkinkan produsen mengklaim subsidi “old-for-new” dan skema kendaraan listrik yang sedang digencarkan pemerintah.

Dealer dan Regulator Mulai Cemas

Tren mobil bekas nol kilometer ini mulai menimbulkan kekhawatiran. Banyak dealer merasa ditekan untuk menyerap lebih banyak unit dari produsen.

Beberapa dealer besar bahkan dilaporkan gulung tikar akibat perang diskon yang tidak sehat.

Kementerian Perdagangan China langsung turun tangan. Pemerintah memanggil sejumlah produsen besar seperti BYD, Dongfeng, serta asosiasi industri otomotif untuk membahas langkah regulasi.

Mereka khawatir praktik ini bisa menurunkan kepercayaan pasar.

Menguntungkan Konsumen, Tapi Ada Risiko

Membeli mobil bekas nol kilometer memang menguntungkan dari sisi harga. Tapi pakar menyebut ada risiko, mulai dari status garansi yang tidak jelas hingga potensi penolakan layanan purna jual karena mobil secara sistem bukan lagi barang baru.

Konsumen diminta jeli. “Kalau tidak hati-hati, mobil baru rasa bekas ini bisa jadi bumerang,” kata sumber dari Asosiasi Dealer Mobil China.

Tren Baru yang Bisa Jadi Bumerang

Tren mobil bekas nol kilometer menandai tekanan besar di pasar otomotif China. Produsen berlomba menjual sebanyak mungkin, bahkan dengan cara yang abu-abu.

Pemerintah masih membiarkan, tapi tekanan dari industri membuat regulasi kemungkinan akan segera diperketat.

Sampai saat itu tiba, mobil bekas nol kilometer tampaknya akan tetap membanjiri pasar—membuat konsumen senang, namun membuat dealer dan regulator waspada. (***)

 

Editor : Alfian Yusni
#Harga Miring #Nol Kilometer #mobil bekas #China