Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Elon Musk Umumkan Robotaxi Tesla Rilis 22 Juni, Tapi Belum Pasti? Ini Faktanya!

Alfian Yusni • Jumat, 13 Juni 2025 | 06:35 WIB
Tesla robotaxi pada tahap awal hanya akan tersedia terbatas di area Austin, untuk pengguna undangan khusus. (Foto-foto: istimewa)
Tesla robotaxi pada tahap awal hanya akan tersedia terbatas di area Austin, untuk pengguna undangan khusus. (Foto-foto: istimewa)

LombokPost - Elon Musk kembali bikin heboh. CEO Tesla itu resmi mengumumkan bahwa robotaxi Tesla akan mulai beroperasi pada 22 Juni 2025 di Austin, Texas.

Pengumuman ini langsung mencuri perhatian dunia otomotif dan teknologi karena disebut-sebut sebagai produk paling penting yang pernah dibuat Tesla.

Melalui unggahan di media sosial X, Elon Musk menyebut bahwa peluncuran robotaxi Tesla ini akan menjadi awal dari revolusi transportasi otonom.

Elon Musk sudah menjanjikan mobil otonom Tesla sejak hampir enam tahun lalu. Kini, janji itu diuji di tengah kondisi menantang.
Elon Musk sudah menjanjikan mobil otonom Tesla sejak hampir enam tahun lalu. Kini, janji itu diuji di tengah kondisi menantang.

Namun, seperti biasa, ia menyisipkan catatan bahwa tanggal tersebut masih tentatif, tergantung izin dan kesiapan sistem.

Elon Musk sudah menjanjikan mobil otonom Tesla sejak hampir enam tahun lalu. Kini, janji itu diuji di tengah kondisi menantang.

Penurunan penjualan dan laba Tesla jadi tekanan besar. Pendapatan bersih perusahaan sepanjang 2024 turun 53% dibanding tahun sebelumnya, menjadi hanya 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp113,6 triliun.

Meski ambisius, peluncuran ini bukan tanpa tantangan. Tesla akan menggunakan Model Y yang telah dimodifikasi tanpa pengemudi, dan dilengkapi dengan sistem Full Self-Driving (FSD) berbasis kamera, tanpa lidar atau radar.

Ini berbeda dari pesaingnya, Waymo, yang menggunakan sensor lidar dan telah mencatat lebih dari 10 juta perjalanan otonom sejak 2020.

Tesla robotaxi pada tahap awal hanya akan tersedia terbatas di area Austin, untuk pengguna undangan khusus.

 

Kendaraan akan dipantau jarak jauh oleh operator Tesla, sebagai bagian dari pengujian publik yang masih dianggap bukti konsep. Analis memperingatkan bahwa peluncuran ini belum tentu berarti Tesla sudah siap secara komersial.

Gordon Johnson dari GLJ Research menyebutnya sebagai “peluncuran palsu” karena belum ada uji coba masif atau kesiapan komersial nyata.

Di sisi lain, Waymo milik Google telah menjadi pionir dan kini beroperasi di empat kota besar di AS, termasuk Austin. Bahkan Uber sudah menjalin kerja sama dengan Waymo untuk ekspansi lebih lanjut ke Atlanta.

Elon Musk mengungkapkan prototipe masa depan, Cybercab, yang benar-benar tanpa setir dan pedal, bakal mulai diproduksi pada 2026.
Elon Musk mengungkapkan prototipe masa depan, Cybercab, yang benar-benar tanpa setir dan pedal, bakal mulai diproduksi pada 2026.

Masalah keselamatan juga masih menghantui. Beberapa insiden kecelakaan yang melibatkan sistem FSD sedang dalam penyelidikan NHTSA.

Termasuk kasus fatal saat kendaraan Tesla menabrak pejalan kaki dalam kondisi visibilitas rendah.

Kelompok aktivis keselamatan seperti The Dawn Project juga mengkritik keras teknologi otonom Tesla yang dianggap belum layak jalan.

Meski begitu, Elon Musk tetap optimistis. Dalam panggilan investor April lalu, ia menyatakan Tesla akan menguasai 99% pasar robotaxi.

Bahkan, ia mengungkapkan prototipe masa depan, Cybercab, yang benar-benar tanpa setir dan pedal, bakal mulai diproduksi pada 2026.

Peluncuran robotaxi Tesla ini juga punya implikasi besar terhadap saham perusahaan. Meski sempat naik 91% sepanjang tahun ini, saham Tesla turun 1–2% menjelang tanggal pengumuman.

 

 

Investor tampaknya mulai menyadari bahwa janji besar tidak selalu sejalan dengan realisasi cepat.

Jika rencana ini berhasil, Tesla berpotensi mengguncang industri transportasi global. Tapi jika gagal, skeptisisme publik terhadap janji-janji Elon Musk bisa makin meningkat.

Peluncuran robotaxi Tesla pada 22 Juni mendatang bisa menjadi babak baru dalam industri mobil otonom global.

Tapi banyak pihak mengingatkan, ini masih sekadar langkah awal. Tesla robotaxi, dengan segala keunggulan dan kekurangannya, kini jadi sorotan dunia.

Akankah Tesla benar-benar merevolusi transportasi otonom? Atau ini hanya satu lagi janji manis Elon Musk yang belum tentu ditepati? (***)

Editor : Alfian Yusni
#mobil otonom #elon musk #tesla #Cybercab #robotaxi