Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Era Baru Mobilitas, Mengupas Tuntas Keunggulan dan Kelemahan Kendaraan Listrik, Hybrid, dan Bensin

Nurul Hidayati • Senin, 23 Juni 2025 | 16:08 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost – Seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan dan fluktuasi harga bahan bakar, masyarakat kini dihadapkan pada pilihan kendaraan yang semakin beragam.

Bukan lagi sekadar mobil bensin, kini kendaraan hybrid dan listrik semakin banyak terlihat di jalanan Mataram, menawarkan alternatif menarik.

Masing-masing jenis kendaraan ini memiliki keunggulan dan tantangannya sendiri, membuat keputusan pembelian menjadi lebih kompleks bagi calon konsumen.

 Baca Juga: Suzuki Fronx Hybrid Meluncur! Irit, Bertenaga, dan Punya Paddle Shift ala Mobil Sport

Kendaraan Bensin, Penguasa Jalanan yang Mulai Tergoyahkan. Kendaraan bensin atau Internal Combustion Engine (ICE) adalah jenis yang paling familiar dan mendominasi jalanan hingga saat ini.

Keunggulan utamanya terletak pada harga beli awal yang umumnya paling terjangkau dan infrastruktur pengisian bahan bakar (SPBU) yang sangat luas dan mudah ditemukan, bahkan hingga ke pelosok Nusa Tenggara Barat.

Mengisi tangki penuh hanya butuh beberapa menit, menjadikannya pilihan praktis untuk perjalanan jarak jauh tanpa rasa khawatir.

 Baca Juga: Suzuki Fronx Makin Gahar! Mesin K15C dan Hybrid SHVS Bikin Irit, Responsif, dan Fun to Drive

Namun, kendaraan bensin memiliki kelemahan signifikan: emisi gas buang.

Pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan karbon dioksida (CO2) dan polutan lain yang berkontribusi pada polusi udara lokal di perkotaan seperti Mataram dan dampak pemanasan global.

Selain itu, biaya operasional cenderung tinggi karena ketergantungan pada harga bensin yang fluktuatif dan perawatan rutin yang lebih banyak.

 Baca Juga: Big Bos Toyota, Akio Toyoda Bongkar Fakta Mengejutkan: Mobil Listrik Lebih Polutif dari Hybrid!

Kendaraan Hybrid, Jembatan Antara Konvensional dan Modern. Muncul sebagai solusi transisi, kendaraan hibrida (Hybrid Electric Vehicle - HEV dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle - PHEV) menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik dan baterai.

Model HEV mengisi baterai secara otomatis dari mesin atau pengereman regeneratif.

Sementara itu, PHEV memiliki baterai lebih besar yang bisa diisi ulang dari colokan listrik rumahan, memungkinkan kendaraan berjalan dalam mode listrik murni untuk jarak tertentu sebelum beralih ke bensin.

Keunggulan utamanya adalah efisiensi bahan bakar yang jauh lebih baik dibandingkan kendaraan bensin, terutama di lalu lintas perkotaan Mataram yang sering padat misalnya di Jalan Pejanggik, Bypass Bandara, Jalan Provinsi Rembiga, Jalan Lintas Mataram, Lobar, Loteng, Lotim, dan jalan padat lainnya.

Emisi gas buangnya pun lebih rendah, menjadikannya pilihan yang lebih ramah lingkungan.

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

Fleksibilitas menjadi nilai jual utama; Anda masih bisa mengandalkan bensin jika baterai habis, menghilangkan "range anxiety" yang sering menghantui pemilik kendaraan listrik murni.

Namun, harga belinya lebih tinggi dari kendaraan bensin dan memiliki sistem yang lebih kompleks, yang berpotensi pada biaya perawatan yang bervariasi.

Kendaraan Listrik, Masa Depan yang Senyap dan Ramah Lingkungan. Pilihan paling modern adalah kendaraan listrik (Battery Electric Vehicle - BEV).

Mobil ini sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik yang mengambil daya dari baterai yang dapat diisi ulang.

Dampak paling signifikan adalah nol emisi gas buang langsung, menjadikannya pilihan paling bersih untuk kualitas udara Mataram.

Biaya operasionalnya sangat rendah karena harga listrik per kilometer jauh lebih murah dari bensin, ditambah perawatan yang minimal karena komponen bergerak yang lebih sedikit, tidak memerlukan ganti oli atau busi.

Akselerasinya pun instan dan senyap, menawarkan pengalaman berkendara yang berbeda dan nyaman.

Meski demikian, kendaraan listrik masih menghadapi sejumlah tantangan.

Harga beli awalnya masih relatif tinggi dibandingkan dua jenis lainnya, meskipun trennya mulai menurun seiring insentif pemerintah.

Jarak tempuh terbatas oleh kapasitas baterai dan waktu pengisian yang lebih lama dibandingkan mengisi bensin.

Infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Mataram dan sekitarnya masih terus berkembang, menjadi pertimbangan penting bagi calon pemilik yang sering melakukan perjalanan antar kota atau provinsi.

Memilih yang Tepat, Sesuaikan Kebutuhan Anda di Mataram. Keputusan untuk memilih kendaraan bensin, hibrida, atau listrik sangat bergantung pada gaya hidup, anggaran, dan prioritas masing-masing individu di Mataram.

Era Baru Mobilitas, Mengupas Tuntas Keunggulan dan Kelemahan Kendaraan Listrik, Hybrid, dan Bensin
Era Baru Mobilitas, Mengupas Tuntas Keunggulan dan Kelemahan Kendaraan Listrik, Hybrid, dan Bensin

Jika Anda mencari kepraktisan, harga terjangkau, dan mobilitas tinggi tanpa khawatir infrastruktur, bensin mungkin masih menjadi pilihan utama.

Hybrid menawarkan kompromi terbaik antara efisiensi dan fleksibilitas, cocok untuk penggunaan harian dan sesekali perjalanan jauh.

Sementara itu, jika Anda siap berinvestasi lebih untuk masa depan yang lebih hijau, biaya operasional rendah, dan pengalaman berkendara yang senyap, kendaraan listrik adalah jawabannya, dengan harapan infrastruktur pengisian daya akan semakin merata di tahun-tahun mendatang.

Editor : Siti Aeny Maryam
#bensin #kendaraan #jalanan #hybrid #Listrik