LombokPost - Mercedes-Benz logo alam jadi bahan perbincangan hangat minggu ini.
Pabrikan mobil mewah asal Jerman itu menampilkan bintang Mercedes-Benz yang muncul alami di urat daun, jejak kilat di langit, lekukan ranting pohon, hingga guratan pasir pantai.
Visual ini viral di media sosial dan jadi sorotan industri kreatif dunia karena dianggap memadukan inovasi otomotif dengan keindahan alam.
Kampanye terbaru yang dikenal sebagai “Nature or Nothing Mercedes-Benz” mengusung ide sederhana: menunjukkan bahwa desain hebat sering kali terinspirasi dari alam sekitar.
Di video dan foto promosinya, logo Mercedes-Benz di alam ditampilkan seolah-olah lahir alami tanpa sentuhan digital berlebihan.
Sentuhan artistik ini diharapkan mempertegas bahwa bintang Mercedes-Benz bukan sekadar lambang sebuah mobil, tetapi juga cerminan harmoni antara teknologi dan alam.
Strategi ini diakui sebagai cara Mercedes menonjolkan sisi emosional merek mereka yang lekat dengan inovasi dan keberlanjutan.
Namun, kampanye ini tak lepas dari kritik. Konsep logo alam Mercedes-Benz pertama kali populer pada 2022 dan sempat memicu tuduhan greenwashing Mercedes-Benz.
Beberapa aktivis dan platform seperti Wherefrom menilai kampanye itu hanya menampilkan visual indah tanpa diiringi langkah konkret mengurangi jejak karbon.
Beberapa agensi kreatif bahkan membuat parodi dengan mengganti gambar alam menjadi ilustrasi kebakaran hutan, retakan tanah, hingga polusi udara untuk menyoroti dampak industri otomotif terhadap lingkungan.
Pihak Mercedes-Benz kemudian menegaskan bahwa materi iklan bermuatan bahasa Inggris yang beredar kala itu bukanlah versi resmi global, melainkan adaptasi lokal dari agensi pemasaran.
Meski begitu, isu greenwashing Mercedes-Benz menjadi pelajaran bagi raksasa otomotif ini dalam mengomunikasikan pesan keberlanjutan mereka.
Menanggapi kritik tersebut, Mercedes-Benz kini memperlihatkan langkah nyata menuju produksi rendah emisi.
Terbaru, pada 2025 pabrikan Jerman itu mengumumkan penggunaan aluminium rendah karbon pada lini kendaraan listriknya untuk memangkas emisi CO₂ secara signifikan.
Langkah ini menjadi jawaban terhadap publik yang meminta konsistensi antara narasi kampanye dan tindakan nyata di lapangan.
Terlepas dari kritik yang sempat menghantam, kampanye logo alam Mercedes-Benz berhasil membangkitkan diskusi soal hubungan teknologi dengan alam.
Apakah langkah ini sekadar strategi branding atau bukti keseriusan Mercedes-Benz menuju industri otomotif hijau?
Yang jelas, bintang Mercedes-Benz kembali bersinar, kali ini lewat guratan alam yang memesona.(***)
Editor : Alfian Yusni