LombokPost - Euforia mudik Lebaran 2026 telah usai, namun urusan kendaraan pribadi belum benar-benar selesai.
PT Bridgestone Tire Indonesia (Bridgestone Indonesia) mengeluarkan imbauan penting bagi para pemilik kendaraan.
Untuk segera melakukan audit visual dan teknis pada si "karet bundar" sebelum kembali ke rutinitas harian yang padat.
Baca Juga: Bridgestone Berharap GIIAS 2023 Berdampak Positif ke Industri Otomotif
Bekerja Lebih Keras dari Biasanya
Selama periode mudik, ban kendaraan dipaksa bekerja ekstra berat. Mulai dari jarak tempuh yang panjang, paparan panas jalanan yang ekstrem, hingga beban muatan yang seringkali melebihi kapasitas normal. Kondisi jalan yang beragam, dari aspal mulus hingga lubang yang tak terduga, berpotensi mengubah struktur ban tanpa disadari pemiliknya.
"Pengecekan ban setelah mudik adalah langkah preventif yang sangat penting untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan performa kendaraan tetap optimal," tegas Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, dalam keterangan resminya.
Tiga Poin Krusial yang Wajib Diperiksa
Kerusakan ban pasca-perjalanan jauh seringkali tidak kasatmata. Bridgestone menekankan tiga poin utama yang harus diperhatikan oleh pengendara:
Tekanan Angin & Ancaman Paku: Paku yang tertancap saat mudik mungkin tidak langsung membuat ban kempis, namun menyebabkan kebocoran halus. Pastikan tekanan angin kembali sesuai rekomendasi pabrikan.
Dinding Samping (Sidewall): Waspadai adanya benjolan (bulging) akibat hantaman lubang atau retakan halus (crack) karena suhu tinggi. Jika struktur dalam ban sudah berubah, risiko pecah ban mengintai sewaktu-waktu.
Pola Keausan Tidak Merata: Kondisi jalan yang buruk seringkali merusak setelan alignment roda. Jika ban aus hanya di satu sisi, segera lakukan spooring dan balancing untuk mengembalikan stabilitas kemudi.
Dukungan 400 Jaringan Ritel
Guna memudahkan masyarakat, Bridgestone menyiagakan lebih dari 400 jaringan ritel Toko Model (TOMO) yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Fasilitas ini siap membantu mendeteksi kerusakan dini yang sulit dilihat secara manual oleh orang awam.
Langkah mitigasi ini dianggap krusial bukan hanya untuk memperpanjang usia pakai ban, tetapi juga demi menghindari risiko fatal seperti hydroplaning saat hujan atau pecah ban di jalan tol. "Penghargaan terhadap ban adalah bentuk investasi keselamatan bagi keluarga Anda," pungkas Mukiat.
Pastikan ban kendaraan dalam kondisi prima sebelum kembali membelah kemacetan kota. Jangan sampai sisa kelelahan perjalanan mudik justru memicu petaka di kemudian hari.
Editor : Redaksi