LombokPost – Dalam rutinitas perawatan mobil harian, perhatian pemilik kendaraan umumnya lebih banyak terfokus pada sektor mesin, ban, dan sistem pengereman.
Padahal, terdapat satu komponen krusial pada sistem kemudi yang memegang peran vital terhadap stabilitas dan keselamatan berkendara, yakni rack steer.
Mengingat kondisi jalanan yang dinamis dan intensitas pemakaian harian yang tinggi, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengimbau para pengendara untuk lebih peka dalam mengenali gejala awal penurunan performa komponen ini agar tidak memicu kerusakan yang lebih fatal.
Asst. to Aftersales Department Head of Service PT SIS, Hariadi, menjelaskan bahwa rack steer berfungsi sebagai jembatan utama yang meneruskan putaran setir menjadi pergerakan roda depan.
“Saat bekerja optimal, komponen ini membantu pengemudi memperoleh kendali arah secara stabil, presisi, dan responsif di berbagai medan jalan. Sebaliknya, jika performanya menurun, respons kemudi akan berubah dan berisiko mengonfrontasi aspek keselamatan jika diabaikan,” ujar Hariadi dalam keterangan resminya, Kamis (18/6).
Waspada Tanda Awal Kerusakan Rack Steer
Sebelum gangguan membesar dan merembet ke komponen kaki-kaki lainnya, pengemudi dapat mendeteksi kerusakan lewat beberapa gejala awal berikut:
Kemudi Oleng: Setir terasa kurang stabil atau tidak mau kembali ke posisi semula secara sempurna setelah mobil berbelok.
Arah Tidak Presisi: Mobil terasa 'membuang' ke kanan atau ke kiri saat melaju di jalan lurus.
Baca Juga: Suzuki Baleno, Hatchback Modern Berfitur Mewah yang Kompetitif
Muncul Bunyi Asing: Terdengar suara benturan atau ketukan dari area kolong bawah kendaraan saat melewati jalanan yang tidak rata.
Setir Berat: Respons kemudi terasa berat, kaku, atau tidak konsisten.
Selain faktor usia pakai, Hariadi menambahkan bahwa kebiasaan buruk berkendara seperti menghantam lubang dalam kecepatan tinggi serta abai terhadap kondisi karet pelindung (boot) menjadi pemicu utama mempercepat kerusakan rack steer.
6 Poin Krusial Pemeriksaan Berkala di Bengkel Resmi
Guna memastikan sistem kemudi tetap aman, Suzuki merekomendasikan pengecekan berkala yang dilakukan oleh teknisi ahli.
Mengacu pada standar servis Suzuki, terdapat enam titik pemeriksaan menyeluruh pada sektor kemudi.
1. Rack steer unit (area housing & internal gear).
2. Tie rod end & inner tie rod.
3. Ball joint & steering linkage.
4. Sistem power steering (pengecekan kondisi oli & pressure line).
5. Boot karet (dust cover) penutup rack steer.
6. Steering column & steering rack mounting.
Mengenai estimasi biaya, pihak Suzuki memastikan proses perbaikan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan komponen secara transparan.
"Sistem kemudi selalu masuk dalam daftar wajib periksa pada setiap jadwal servis berkala. Teknisi kami akan memberikan rekomendasi terbaik dan transparan kepada konsumen jika ditemukan kejanggalan sebelum perbaikan dilakukan," tutup Hariadi.
Editor : Redaksi Lombok Post Online