
LombokPost – PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) resmi menerima pembaruan Sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Tangerang, Kamis (6/8/2026).
Penyerahan ini menjadi bukti kepatuhan Hino terhadap Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) No. 35 Tahun 2025 tentang Tata Cara Perhitungan TKDN.
Sertifikat tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Pusat P3DN Kemenperin, Kris Sasono Ngudi Wibowo, kepada Plant Manager PT HMMI, Repelita Ginting, disaksikan perwakilan PT Surveyor Indonesia dan Ditjen ILMATE Kemenperin. Penyesuaian ini menegaskan komitmen Hino dalam memperkuat rantai pasok lokal dan memajukan industri otomotif nasional.
Baca Juga: Toyota dan Daimler Satukan Hino-Fuso, Siap Gempur Pasar Truk Dunia Senilai Rp1000 Triliun!
Capaian Manufaktur dan Ekspor
Sejak memulai kegiatan manufakturnya di Indonesia hingga Juli 2026, Hino telah memproduksi lebih dari 651.995 unit kendaraan niaga. Produk-produk ini menopang berbagai sektor vital, mulai dari logistik, transportasi publik, konstruksi, pertambangan, hingga perkebunan.
Hino juga memegang posisi strategis sebagai satu-satunya pabrik manufaktur di Indonesia yang memproduksi sasis bus besar. Sasis ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan transportasi massal dalam negeri sekaligus melayani pasar ekspor ke beberapa negara tujuan.
Baca Juga: Hino Perkenalkan Line Up Euro4 di Lombok
Komitmen Peningkatan Komponen Lokal
Dari total 46 model kendaraan Hino yang dirakit di dalam negeri, sebanyak 31 model telah mengantongi sertifikat TKDN.
Melalui perhitungan regulasi terbaru, 10 model di antaranya telah berhasil diperbarui dengan capaian nilai TKDN yang tergolong tinggi, yakni mencapai 71,75 persen, sementara model lainnya akan diperbarui secara bertahap.
"Pembaruan sertifikat TKDN ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Hino untuk terus meningkatkan kontribusi terhadap industri manufaktur Indonesia. Semakin tinggi penggunaan komponen dalam negeri, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh industri pendukung, tenaga kerja lokal, dan ekosistem otomotif nasional," ujar Repelita Ginting.
Tingginya persentase kandungan lokal ini memberikan jaminan bagi para konsumen dan pelaku usaha bahwa kendaraan niaga Hino diproduksi dengan standar kualitas global.
Didukung ketersediaan suku cadang lokal yang andal, serta selaras dengan Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : Lombok Post Online