GAC Aion Ray 7, Sedan Listrik Bisa Cari Parkir Sendiri

Ferial Ayu • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:40 WIB
GAC Aion Ray 7. (IST/LOMBOK POST)
GAC Aion Ray 7. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost – AION memperkenalkan model perdana Ray Series, GAC Aion Ray 7.

GAC Aion Ray 7 merupakan sedan listrik yang membawa desain anyar, teknologi berkendara canggih, hingga kemampuan navigasi otomatis untuk membantu mencari lokasi parkir.

Ray 7 sekaligus menjadi model pertama yang menggunakan logo terbaru GAC Aion.

Sedan listrik berukuran menengah hingga besar ini mengandalkan sistem penggerak roda belakang (RWD), dengan perpaduan performa elektrifikasi dan teknologi bantuan pengemudi.

Baca Juga: Land Rover Defender Makin Gahar, Tetap Mewah dan Siap Bertualang

Secara dimensi, Ray 7 memiliki panjang 4.960 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.455 mm, serta jarak sumbu roda 2.920 mm.

Proporsi tersebut membuat kabin berpotensi menawarkan ruang lapang, sekaligus memberikan tampilan sedan yang terlihat panjang dan elegan.

Desain eksteriornya mengusung bahasa baru Ray Series.

Bagian depan tampil futuristis dengan grille tertutup khas mobil listrik, intake berbentuk trapesium beraksen hitam mengilap, serta saluran udara di sisi bumper.

Baca Juga: Jeep Wrangler Smoky Mountain Edition 2027, Edisi Khusus Serba Hitam yang Kian Gagah

Siluet fastback menjadi salah satu daya tarik utama.

Garis atap mengalir hingga buritan, kemudian dipadukan pelek lima palang ganda dan kaliper rem kuning.

Pilihan warna seperti Lightning Yellow dan Midsummer Purple turut memperkuat karakter modernnya.

Menariknya, GAC Aion mengklaim pengembangan sasis Ray 7 melibatkan pengalaman penyetelan dari Alfa Romeo.

Suspensi depan menggunakan double-wishbone berbahan aluminium hybrid, sementara bagian belakang memakai konstruksi five-link.

Kedua sistem tersebut dipadukan peredam kejut adaptif FSD dan batang stabilizer di depan serta belakang.

Baca Juga: Changan Nevo Q05, SUV Listrik Teman Mobilitas Modern

Untuk pengereman, Ray 7 menggunakan Huawei DriveOne EMB yang diklaim mampu menghentikan kendaraan dari 100 km per jam dalam jarak sekitar 33 meter.

Di sektor performa, sedan ini mengandalkan satu motor listrik Huawei bertenaga maksimal 180 kW atau sekitar 241 dk.

Motor tersebut menggerakkan roda belakang dan mendapatkan pasokan energi dari baterai lithium iron phosphate (LFP) buatan CATL.

Dengan baterai tersebut, Ray 7 diklaim mampu menempuh jarak hingga 700 kilometer berdasarkan standar pengujian CLTC.

Baca Juga: Mercedes-AMG GLA 45 EV, SUV Kompak Bertenaga 671 Dk

Sistem kontrol torsi Huawei iTRACK juga membantu menjaga traksi ketika kendaraan melaju di permukaan dengan tingkat cengkeraman rendah.

Namun, teknologi paling mencuri perhatian berada pada sistem bantuan pengemudi.

Ray 7 dibekali 27 sensor panorama, termasuk LiDAR 192-garis dan tiga radar gelombang milimeter 4D.

Teknologi tersebut mendukung fitur navigasi “park-to-park”.

Mobil dapat membantu melakukan navigasi dari area parkir hingga menuju lokasi parkir tujuan.

Kehadiran teknologi ini menunjukkan bahwa Ray 7 tidak hanya menawarkan elektrifikasi, tetapi juga mencoba membawa pengalaman berkendara menuju era mobil yang semakin pintar.

Baca Juga: Cuma 20 Unit, Daihatsu Terios Special Edition Tampil Memikat di GIIAS 2026

 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : AION Indonesia
GAC Aion Ray 7 Ray 7 Ray Series sedan listrik aion