LombokPost – Ruang parkir yang sempit kerap menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara.
Apalagi ketika harus masuk ke posisi paralel atau berada di antara dua kendaraan dengan jarak terbatas.
Namun, kondisi tersebut tak perlu membuat pengemudi panik.
Memahami dimensi kendaraan, mengatur posisi awal, dan memanfaatkan fitur pendukung, proses parkir dapat dilakukan lebih terkontrol.
Baca Juga: BMW Alpina XD3, SUV Diesel Berperforma Tinggi dengan Sentuhan Mewah
Asst to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Hariadi mengatakan, kunci utama parkir di ruang terbatas adalah melakukan setiap manuver secara bertahap.
Pengemudi juga perlu memanfaatkan berbagai sudut pandang untuk memastikan kondisi sekitar tetap aman.
“Parkir pada tempat sulit sebenarnya dapat dilakukan dengan lebih mudah ketika pengemudi memahami posisi kendaraan dan melakukan setiap manuver secara bertahap. Jangan terburu-buru memutar kemudi atau mengandalkan satu sudut pandang saja,” tutur Hariadi.
Langkah pertama adalah memastikan ruang parkir cukup untuk dimensi kendaraan.
Baca Juga: Mercedes-Benz C 300 4MATIC Electric, Sedan Mewah Berteknologi Canggih
Posisi awal juga harus diperhatikan agar mobil memiliki ruang untuk berbelok.
Sebelum mundur, pengemudi perlu mengecek spion kanan dan kiri serta kondisi sekitar.
Setelah posisi tepat, aktifkan lampu sein dan mulai bergerak mundur secara perlahan.
Putaran kemudi dilakukan bertahap sambil menjadikan kendaraan di samping, marka parkir, atau tepi jalan sebagai titik referensi.
Pengemudi juga tetap harus memperhatikan bagian depan kendaraan karena posisinya ikut berubah ketika kemudi diputar.
Saat bagian belakang mulai mendekati objek, Rear Parking Sensor dapat membantu memberikan informasi tambahan melalui peringatan suara.
Baca Juga: Mitsubishi Siapkan Dua Pajero Baru Berukuran Mini
Namun, sensor bukan pengganti pengamatan langsung. Informasi dari sensor sebaiknya dikombinasikan dengan spion dan kamera.
Pada kendaraan seperti Suzuki XL7 New Alpha Hybrid, fitur 360° View Camera juga membantu memberikan gambaran kondisi di sekitar mobil.
Tampilan dari berbagai sisi dapat menjadi referensi saat membaca jarak dengan kendaraan lain, marka parkir, maupun trotoar, termasuk area yang sulit terlihat melalui spion.
Jika posisi mobil belum ideal, pengemudi tak perlu memaksakan manuver.
Baca Juga: Kemenkum NTB Harmonisasi Tiga Regulasi Lotim, Soroti Pemilihan Kades hingga Proyek Tahun Jamak
Koreksi posisi secara perlahan justru dapat membuat kendaraan lebih mudah ditempatkan dengan aman.
“Fitur kendaraan dapat membantu memberikan sudut pandang dan informasi tambahan ketika pengemudi bermanuver. Namun, prinsip utamanya tetap sama, yaitu lakukan secara perlahan, jaga konsentrasi, serta pastikan kondisi di depan, belakang, maupun sisi kendaraan aman,” tutup Hariadi.
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : SUZUKI