lombokpost – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menjadi satu-satunya pabrikan otomotif yang meraih Penghargaan Efisiensi Energi Nasional (PEEN) 2026.
Penghargaan itu diberikan berkat inovasi Smart Skid Cooling yang diterapkan di lini produksi kendaraan.
Smart Skid Cooling mampu menurunkan temperatur skid, dudukan kerangka kendaraan dalam proses produksi, dari 102 derajat Celsius menjadi 38 derajat Celsius.
daBaca Juga: Penjualan Naik 18 Persen di Jabar, Daihatsu Ramaikan Pameran GIIAS Bandung 2026
Sistem tersebut memadukan pendingin, ventilasi cyclone, dan otomasi untuk menyesuaikan penggunaan energi dengan kebutuhan aktual proses produksi.
Penghargaan diberikan pada ajang The 12th Indonesia EBTKE ConEx New Renewable Energy and Energy Conservation 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, 3 September 2026.
ADM menjadi pemenang pertama kategori Manajemen Energi di Industri dan Bangunan Gedung, subkategori Inovasi Khusus.
Baca Juga: Daihatsu Rocky Usung Teknologi e-Smart Hybrid
Penghargaan yang diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) itu diserahkan Direktur Jenderal EBTKE Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng., IPU. Penghargaan diterima Direktur Corporate Function PT Astra Daihatsu Motor Rokky Irvayandi.
Smart Skid Cooling terpilih dari 138 proposal yang mengikuti subkategori Inovasi Khusus dari berbagai sektor.
Inovasi tersebut dikembangkan secara mandiri oleh ADM untuk mengoptimalkan proses pendinginan skid di fasilitas produksi.
Sistem otomasi pada Smart Skid Cooling membuat penggunaan energi mengikuti kebutuhan proses.
Pendinginan tidak hanya menjadi lebih efektif, tetapi juga membantu mengurangi beban panas di area produksi serta mendukung kestabilan dan kenyamanan operasional.
Langkah itu melengkapi upaya ADM mengurangi konsumsi energi dan emisi dari sisi fasilitas produksi. Salah satunya melalui pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di fasilitas perusahaan.
Baca Juga: Kendaraan Niaga Daihatsu Dominasi Penjualan hingga Juli 2026, Gran Max Jadi Penopang Utama
Pemasangan panel surya ADM dimulai pada 2019 di Parts Center Cibitung, kemudian diperluas ke fasilitas produksi di Karawang.
Pada 2024, ADM menambah rencana kapasitas PLTS sebesar 8,2 megawatt (MW) di pabrik Karawang.
Jika seluruh instalasi tersebut terealisasi sesuai target, kapasitas PLTS fasilitas perakitan Daihatsu mencapai 12,5 MW dengan potensi pengurangan emisi lebih dari 17.000 ton CO₂ per tahun.
Baca Juga: Cuma 20 Unit, Daihatsu Terios Special Edition Tampil Memikat di GIIAS 2026
Pengembangan fasilitas produksi juga dilakukan melalui Karawang Assembly Plant 2 (KAP 2). Pabrik keenam Daihatsu di Indonesia itu diresmikan pada Februari 2025 di Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang Timur.
KAP 2 mengusung konsep E-SSC atau Evolution, Simple, Slim, Compact. Fasilitas tersebut mengintegrasikan proses bodi, pengecatan, dan perakitan dengan teknologi manufaktur terkini.
ADM menyebut optimalisasi produksi dan penggunaan energi terbarukan di fasilitas itu dapat mengurangi emisi karbon hingga 20 persen.
Salah satu pendekatan yang diterapkan adalah desain pabrik tanpa dinding. Konsep itu memungkinkan sirkulasi udara lebih baik sekaligus membantu menekan kebutuhan listrik.
KAP 2 juga menggunakan teknologi robotik dan panel surya sebagai bagian dari sistem produksi yang lebih efisien.
KAP 2 dibangun dengan investasi sekitar Rp2,9 triliun dan memiliki kapasitas produksi hingga 140 ribu unit kendaraan per tahun.
Baca Juga: Pesona Klasik di GIIAS 2026: Daihatsu Pamerkan Ayla Modern Vintage dan Gran Max Urban Retro
Secara keseluruhan, kapasitas produksi ADM mencapai lebih dari 530 ribu unit kendaraan per tahun untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan global.
Pengembangan fasilitas tersebut juga diarahkan untuk mendukung perjalanan ADM menuju operasional rendah karbon.
Pada sisi produk, Daihatsu pada 2025 memperkenalkan Rocky e-Smart Hybrid sebagai model hybrid perdana untuk pasar Indonesia.
Dengan demikian, program efisiensi energi ADM tidak berhenti pada satu teknologi. Smart Skid Cooling menjadi salah satu inovasi di lini produksi, sementara penggunaan energi terbarukan dan pengembangan fasilitas KAP 2 menjadi bagian lain dari strategi efisiensi manufaktur perusahaan. (***)
Editor : Alfian Yusni