Toyota Siapkan Kendaraan Berteknologi EREV di 2027, Produksi Awal 200 Ribu Unit

Ferial Ayu • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 16:40 WIB
Toyota bZ3X. (IST/LOMBOK POST)
Toyota bZ3X. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost – Toyota memperluas langkah elektrifikasinya dengan menyiapkan kendaraan berteknologi Extended-Range Electric Vehicle (EREV).

Teknologi ini menjadi pendekatan baru dan ditargetkan mulai diproduksi pada April 2027, khusus untuk memenuhi kebutuhan pasar China.

Berbeda dengan sistem hybrid konvensional, EREV menempatkan motor listrik sebagai penggerak utama kendaraan.

Mesin bensin yang digunakan tidak secara langsung menggerakkan roda, melainkan berfungsi sebagai generator untuk menghasilkan listrik dan memasok energi ke baterai.

Baca Juga: Usung Teknologi EREV, iCar V27 Long-Range Tempuh 1.230 Km, Bakal Launching 30 September 2026

Skema tersebut membuat karakter berkendara EREV menyerupai mobil listrik berbasis baterai atau BEV.

Namun, kendaraan tetap memiliki mesin pembakaran yang berfungsi sebagai sumber pembangkit listrik ketika energi baterai membutuhkan tambahan pasokan.

Kombinasi tersebut menjadi salah satu daya tarik EREV di pasar China.

Pada sejumlah model yang telah beredar, teknologi ini mampu menawarkan jarak tempuh total lebih dari 1.000 kilometer.

Baca Juga: Hyundai Stargazer Produksi Indonesia Resmi Meluncur di Malaysia

Pengguna pun tidak sepenuhnya bergantung pada infrastruktur pengisian daya seperti kendaraan listrik murni.

Berdasarkan laporan Nikkei Asia, Toyota menargetkan produksi sekitar 200 ribu unit EREV sepanjang 2027.

Kapasitas produksinya kemudian diproyeksikan meningkat menjadi 400 ribu unit per tahun mulai 2028.

Target tersebut cukup besar jika dibandingkan dengan penjualan kendaraan listrik Toyota saat ini.

Sepanjang 2025, Toyota mencatat penjualan global sekitar 200 ribu unit BEV dan 180 ribu unit PHEV.

Sementara penjualan kendaraan hybrid mencapai sekitar 4,433 juta unit.

Baca Juga: Volkswagen Kenalkan Mission Efficiency, Mobil Listrik Paling Hemat dan Efisien

Toyota hingga kini belum mengungkap model pertama yang akan mengadopsi teknologi EREV.

Namun, bZ3X disebut sebagai salah satu kandidat.

Model tersebut memiliki hubungan teknis dengan GAC Aion V yang telah tersedia dalam konfigurasi EREV menggunakan mesin bensin 1.500 cc sebagai generator.

Langkah Toyota mengembangkan EREV juga menunjukkan strategi elektrifikasi yang tidak hanya bertumpu pada satu teknologi.

Baca Juga: DFSK E5 Plus Tawarkan Mobilitas Keluarga Lebih Fleksibel

Pabrikan Jepang tersebut tetap menjalankan pendekatan multi-pathway dengan menghadirkan HEV, PHEV, BEV, serta teknologi hidrogen.

Untuk tahap awal, EREV Toyota disebut diprioritaskan bagi pasar China.

Belum ada rencana pemasaran secara global. Kehadiran teknologi tersebut di negara lain masih menunggu perkembangan strategi Toyota dan kebutuhan masing-masing pasar.

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Toyota, Nikkei Asia
EREV Toyota 2027 Kendaraan Listrik China