LombokPost – McLaren, produsen mobil sport asal Inggris itu resmi menyiapkan SUV pertama yang ditargetkan meluncur sebelum 2030.
Langkah tersebut menjadi bagian dari investasi besar senilai £500 juta atau sekitar Rp 11,8 triliun untuk memperluas fasilitas manufaktur McLaren di Inggris.
Dana tersebut tidak hanya diarahkan untuk proyek SUV, tetapi juga pembangunan fasilitas perakitan baru serta pengembangan mesin dan transmisi secara mandiri.
SUV McLaren saat ini masih berada pada tahap awal pengembangan.
Baca Juga: Pakai Bahan Bakar Hidrogen, Toyota Hilux FCEV Siap Melaju di Tahun 2028
Perusahaan belum mengungkap nama maupun spesifikasi lengkapnya.
Namun, satu hal yang sudah dipastikan, model baru tersebut akan menggunakan teknologi hybrid generasi terbaru yang tengah dikembangkan McLaren.
Kehadiran SUV juga menandai perubahan penting dalam karakter mobil jalan raya McLaren.
Selama ini, pabrikan tersebut dikenal dengan mobil sport bermesin tengah.
Baca Juga: Usung Teknologi EREV, iCar V27 Long-Range Tempuh 1.230 Km, Bakal Launching 30 September 2026
SUV anyar ini justru akan mengadopsi konfigurasi mesin depan.
Chief Operating Officer McLaren Michael Straughan menyebut sistem penggeraknya masih dalam tahap pertimbangan.
McLaren tengah mengevaluasi pilihan all-wheel drive (AWD) maupun rear-wheel drive (RWD) untuk SUV tersebut.
Material serat karbon juga masuk dalam pertimbangan.
Teknologi konstruksi ringan ini selama ini menjadi salah satu ciri khas McLaren pada mobil sportnya.
Namun, perusahaan masih mengevaluasi struktur paling sesuai untuk memenuhi kebutuhan sebuah SUV.
Baca Juga: Hyundai Stargazer Produksi Indonesia Resmi Meluncur di Malaysia
Dari sisi produksi, kehadiran model baru ini membuat McLaren harus menyiapkan fasilitas perakitan kedua di Inggris.
Sebab, karakter SUV bermesin depan tidak memungkinkan diproduksi pada lini yang saat ini digunakan untuk mobil bermesin tengah.
Selain SUV, McLaren juga mengembangkan dua program mesin dan transmisi baru secara internal.
Langkah ini menandai upaya perusahaan memperbesar kemandirian teknologi.
Baca Juga: Berburu Ketenangan di Pantai Mangge Longko, Perpaduan Batuan Unik, Pasir Putih dan Suasana Alami
Sebelumnya, mesin V6 dan V8 McLaren dipasok Ricardo.
Menariknya, McLaren belum terburu-buru masuk ke segmen mobil listrik murni.
Perusahaan memilih menunggu hingga permintaan konsumen terhadap mobil listrik berperforma tinggi dinilai semakin kuat.
Jika terealisasi, SUV McLaren bakal berhadapan langsung dengan model premium seperti Ferrari Purosangue, Lamborghini Urus, dan Aston Martin DBX.
Kehadirannya sekaligus membuka babak baru bagi McLaren di pasar kendaraan performa tinggi.
Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : McLaren