Geely Hadirkan Charger 2.250 kW, Isi Baterai Mobil Listrik Cuma 4 Menit

Ferial Ayu • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 19:37 WIB
Geely Smart Charging. (IST/LOMBOK POST)
Geely Smart Charging. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost – Geely Auto Group memperkenalkan Geely Smart Charging, stasiun pengisian daya generasi kelima berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menawarkan kecepatan pengisian sangat tinggi.

Teknologi tersebut dikembangkan bersama perusahaan AI StepFun.

Geely menggabungkan perangkat keras berdaya tinggi dengan sistem kecerdasan buatan untuk menghasilkan daya puncak hingga 2.250 kW.

Angka tersebut membuat Geely Smart Charging menjadi salah satu teknologi pengisian daya tercepat yang diperkenalkan untuk kendaraan listrik.

Baca Juga: Usung Teknologi EREV, iCar V27 Long-Range Tempuh 1.230 Km, Bakal Launching 30 September 2026

Dalam pengujian terhadap Zeekr 001 dan Lynk & Co 01, pengisian baterai dari 10 persen hingga 70 persen hanya membutuhkan waktu 4 menit 30 detik.

Sementara itu, pengisian dari 10 persen hingga 97 persen dapat diselesaikan dalam 8 menit 40 detik.

Catatan tersebut lebih singkat dibandingkan klaim teknologi Flash Charging 1.500 kW milik BYD yang membutuhkan sekitar lima menit untuk pengisian 10–70 persen dan sembilan menit untuk 10–97 persen.

Namun, kemampuan mengalirkan listrik dalam jumlah sangat besar juga menghadirkan tantangan.

Baca Juga: Toyota Siapkan Kendaraan Berteknologi EREV di 2027, Produksi Awal 200 Ribu Unit

Salah satunya adalah peningkatan suhu baterai yang berpotensi memengaruhi keamanan dan umur pakai.

Geely mencoba mengatasinya dengan sistem AI prediktif.

Teknologi tersebut mampu memantau sekaligus memprediksi kenaikan temperatur sel baterai sebelum mencapai kondisi ekstrem.

Berdasarkan kondisi tersebut, sistem akan menyesuaikan arus serta kecepatan pengisian secara real-time.

Geely menargetkan temperatur baterai tetap berada di bawah 55 derajat Celsius selama proses pengisian berlangsung.

Teknologi tersebut turut didukung baterai Ultra Short Blade generasi terbaru.

Baca Juga: Hyundai Stargazer Produksi Indonesia Resmi Meluncur di Malaysia

Geely mengklaim baterai ini mampu meredam kenaikan suhu selama pengisian hingga 10 persen lebih baik dibandingkan baterai konvensional.

Meski menawarkan keunggulan dari sisi kecepatan, Geely masih menghadapi tantangan besar dalam pembangunan infrastrukturnya.

BYD memiliki keunggulan dalam jumlah jaringan setelah mengembangkan teknologi pengisian cepat 1.500 kW.

BYD disebut telah mengoperasikan lebih dari 10.000 stasiun pengisian di Tiongkok dan menargetkan jumlahnya mencapai 20.000 titik.

Baca Juga: Volkswagen Kenalkan Mission Efficiency, Mobil Listrik Paling Hemat dan Efisien

Perusahaan tersebut juga menyiapkan ekspansi jaringan ke sejumlah pasar internasional.

Karena itu, tantangan berikutnya bagi Geely bukan sekadar menghadirkan charger 2.250 kW, tetapi membangun jaringan yang mampu membuat teknologi tersebut mudah diakses konsumen.

 

Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Geely
Geely Auto Group Geely Smart Charging Geely Mobil Listrik charger