Makin Canggih, Mazda CX-6e Dibekali Lidar, Tersedia Dua Pilihan Sistem Penggerak

Ferial Ayu • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 02:40 WIB
Mazda CX-6e. (IST/LOMBOK POST)
Mazda CX-6e. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost – Mazda memperbarui SUV listrik CX-6e untuk pasar China dengan menghadirkan teknologi Lidar pada sejumlah variannya.

Penambahan sensor ini membuat Mazda CX-6e tidak hanya mengandalkan tenaga elektrifikasi, tetapi juga menawarkan kemampuan bantuan berkendara yang semakin canggih.

Di China, SUV ini dikenal dengan nama Mazda EZ-60 dan dikembangkan melalui kolaborasi Mazda bersama Changan.

Untuk varian yang sudah dilengkapi Lidar, harga dipasarkan mulai 145.900 yuan atau sekitar Rp 389 jutaan.

Baca Juga: Nissan Pixo EV Debut di Eropa, Mobil Listrik Mungil dengan Teknologi Canggih

Sensor Lidar ditempatkan di bagian atap kendaraan.

Perangkat tersebut mampu mendeteksi objek hingga jarak 200 meter dan bekerja bersama tiga radar millimeter-wave, 12 sensor ultrasonik serta 11 kamera.

Kombinasi perangkat tersebut memungkinkan CX-6e menghadirkan sistem bantuan berkendara advanced Level 2.

Mazda menyebut sistem ini mampu menangani lebih dari 200 skenario bantuan berkendara.

Baca Juga: Renault 8 Gordini Concept, Ikon Rally 1960-an Lahir Kembali dalam Wujud Listrik

Salah satu fitur yang ditawarkan adalah Navigation on Autopilot (NOA).

Teknologi ini dapat digunakan di jalan tol maupun kawasan perkotaan untuk membantu pengemudi menghadapi berbagai situasi perjalanan.

Di jalan bebas hambatan, sistem dapat membantu perpindahan lajur secara otomatis ketika kendaraan hendak menyalip.

Sistem juga dapat membantu kendaraan masuk maupun keluar dari jalan tol.

Sementara di kawasan perkotaan, kemampuan tersebut mencakup penanganan persimpangan, bundaran, putar arah hingga perpindahan dari jalan utama menuju jalan penghubung.

Sistem bantuan berkendara CX-6e beroperasi pada kecepatan 0 hingga 130 kilometer per jam di jalan tol dan 0 hingga 80 kilometer per jam di perkotaan.

Baca Juga: Toyota Siapkan Kendaraan Berteknologi EREV di 2027, Produksi Awal 200 Ribu Unit

Fitur parkir otomatis juga tersedia, termasuk remote parking serta kemampuan mengikuti jalur menuju lokasi parkir.

Dari sisi performa, CX-6e menawarkan dua pilihan sistem penggerak.

Versi listrik murni menggunakan baterai LFP berkapasitas 77,94 kWh dan motor listrik belakang bertenaga 190 kW atau sekitar 255 tenaga kuda.

Berdasarkan standar CLTC, versi EV mampu menempuh jarak hingga 600 kilometer.

Baca Juga: Lexus LBX Morizo RR Terbaru Makin Buas, Bawa Mesin Toyota GR Yaris dan Bodi Serat Karbon

Sedangkan versi EREV mengandalkan motor listrik 190 kW, baterai 31,73 kWh dan mesin bensin 1.500 cc sebagai range extender.

Jarak tempuh listriknya mencapai 200 kilometer.

SUV ini memiliki panjang 4.850 mm, lebar 1.935 mm, tinggi 1.620 mm dan wheelbase 2.902 mm.

Di China, harga varian Lidar tertinggi mencapai 166.900 yuan atau sekitar Rp 445 jutaan.

Kehadiran Lidar memperlihatkan arah pengembangan CX-6e yang tak sekadar mengejar jarak tempuh, tetapi juga menghadirkan teknologi bantuan berken

 

Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Mazda
MAZDA CX-6e CX-6e mazda China SUV