LombokPost – Daihatsu menghadirkan pendekatan berbeda dalam personalisasi kendaraan melalui Gran Max Urban Retro.
Kendaraan niaga ini disulap menjadi van bergaya klasik dengan sentuhan desain yang mencuri perhatian.
Modifikasi Gran Max Urban Retro memadukan identitas kendaraan niaga dengan nuansa van klasik era 1960-an hingga 1970-an.
Basis Gran Max tetap dipertahankan, tetapi sejumlah detail eksterior diubah untuk menghasilkan tampilan yang lebih stylish dan berbeda dari versi produksi massal.
Baca Juga: MAN 2 Mataram Bidik Borong Medali di OMI Nasional 2026
Perubahan paling mencolok terlihat pada bagian depan. Lampu utama yang semula berbentuk trapesium diganti dengan lampu bulat, menghadirkan kesan klasik yang kuat.
Bumper depan juga didesain ulang dengan tampilan lebih bersih dan minimalis. Sementara itu, grille dibuat sederhana dengan bukaan udara besar di bagian bawah.
Karakter retro semakin menonjol melalui kombinasi warna dua nada atau two-tone, yakni putih dan biru muda pastel.
Perpaduan tersebut mengingatkan pada desain van klasik yang populer beberapa dekade lalu. Bentuk bodi mengotak khas Gran Max tetap dipertahankan sehingga identitas aslinya tidak hilang.
Baca Juga: Hasil TKA 2025 Jadi Pijakan, Disdik Mataram Benahi Pembelajaran
Sentuhan personalisasi berlanjut pada bagian kaki-kaki. Vleg baja hitam dipadukan dengan dop krom model mangkuk.
Sementara ban berdinding tebal memperkuat kesan klasik. Body kit berwarna putih pada sisi bodi dan bumper depan-belakang membuat tampilannya lebih menyatu sekaligus memberikan kesan elegan.
Bagian belakang juga mendapat penyegaran. Lampu belakang standar diganti dengan unit LED berbentuk kotak membulat.
Desain pencahayaan dibuat lebih modern, tetapi tetap selaras dengan konsep retro. Garnish krom memanjang di sisi bodi menjadi detail tambahan yang mempertegas karakter klasik kendaraan tersebut.
Melalui konsep ini, Daihatsu Gran Max juga diposisikan sebagai kendaraan untuk mengekspresikan gaya personal.
Modifikasi tersebut menawarkan inspirasi bagi pemilik kendaraan niaga yang ingin menghadirkan tampilan berbeda tanpa meninggalkan bentuk dasar yang sudah dikenal.
Baca Juga: Produksi Padi NTB Capai 1,687 Juta Ton, Kekeringan Diklaim Belum Berdampak Besar
Editor : Pujo Nugroho