Tentu saja, kondisi tersebut akan berpengaruh pada lulusan SMK tahun ini. Banyak lulusan yang coba mencari kerja diprediksi berujung menganggur. Dirinya menegaskan, sejak awal dibentuk, siswa SMK diberikan materi pembelajaran untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. ”Siswa SMK diajarkan untuk mandiri agar setelah lulus bisa berwirausaha,” tegasnya.
Seharusnya lulusan SMK tidak terganggu saat ada guncangan ekonomi, seperti saat ini. Karena itulah, di sekolah kejuruan, ada mata pelajaran pra karya dan kewirausahawan. Sekolah ingin membangun mental siswa, menjadi seorang direktur, bukan menjadi buruh. ”Diajarkan bagaimana cara berbisnis yang baik, manajemen, pemasaran dan apa potensi daerah, yang bisa digarap dan dikembangkan, dijadikan sebagai bisnis,” kata Umar.
Dirinya meminta, dalam masa yang tidak menentu ini, lulusan SMK harus tetap optimis. Dengan kondisi apapun, peluang itu tetap ada. Apalagi pemerintah juga tidak tinggal diam, melihat keadaan ekonomi saat ini. Sarannya, bagi lulusan otomotif, bisa membuka usaha bengkel kecil-kecilan, dengan alat-alat yang ada. Lulusan elektro dengan usaha reparasi barang-barang elekronik. Atau tata busana bisa membuat masker dengan sisa-sisa kain yang ada. ”Masih ada peluang, yang penting jangan patah semangat,” jelasnya.
Tetapi, untuk lulusan perhotelan atau pariwisata, memang membutuhkan waktu. Lantaran pandemi Covid-19, membuat bisnis pariwisata sangat terganggu. ”Jangan karena pandemi, lalu kita diam, anak-anak bisa persiapkan diri, kalau sudah diijinkan buka, maka kita sudah ready,” pungkasnya.
Kepala SMKN 4 Mataram Bakiriyanto mengatakan, sementara ini lulusannya diarahkan untuk berbisnis secara daring. ”Ini yang sekarang bisa dilakukan dari rumah,” jelasnya.
Misalnya jurusan tata busana, dibuat secara perkelompok membuat masker. Atau jurusan tata boga, yang biasanya bekerja di perhotelan, saat ini membuat bisnis kuliner, yang dipantau wali kelas. Selanjutnya sekolah akan memfasilitasi dalam hal penjualan produk. ”Sambil kami terus berkoordinasi dengan bagian Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah, kalau ada lowongan kerja atau outsourcing dimana, kita langsung info ke anak-anak,” tutupnya. (yun/r9)
Editor : Baiq Farida