Ijazah SMA yang sudah didistribusi terlebih dulu. Akibat proses tender yang baru dilakukan pada awal bulan ini, ijazah SMK terlambat. ”Kami terima laporan kemarin seperti itu,” terangnya.
Mantan kepala SMKN 3 Mataram ini mengatakan, 21 ribu ijazah akan disalurkan ke daerah. Total siswa SMK di NTB yang lulus tahun ini 20 ribu siswa. ”Kami tetap siapkan cadangan,” tegas dia.
Sejak tahun lalu, ijazah memuat nama lengkap, nomor induk siswa, nomor peserta ujian, dan nomor seri ijazah. ”Sekolah tidak lagi seenak-enaknya menulis atau mengisi, penentuannya dari kami,” kata dia.
Dinas menghindari penyalahgunaan ijazah. ”Siswa yang sudah mendapatkan ijazah itu, sudah sesuai dengan data valid tadi,” terang Umar.
Meski begitu, ada satu hal yang membebani pemikirannya. Terkait mekanisme distribusi ijazah ke sekolah-sekolah melalui KCD. Semenjak semua rangkaian kegiatan Ujian Nasional (UN) dibatalkan akibat pandemi, otomatis semua anggaran tentang itu ditarik. ”Semua dana yang berkaitan dengan itu, disetor lagi,” jelasnya.
Pihaknya belum memutuskan, apakah mekanisme distribusi akan sama seperti SMA, memanggil kepala KCD. Saat ini, Umar masih terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI, terkait penyediaan anggaran. ”Mudah-mudahan ada ya,” tandasnya.
Kepala SMKN 1 Tarano Budi Susilo menjelaskan, siswa sudah berdatangan menanyakan ijazah. Lantaran, diperlukan untuk melengkapi dokumen pendaftaran melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, ataupun melamar kerja. ”Kami berikan SKHU sambil berikan pengertian kalau semuanya sedang berproses di dinas,” jelasnya. (yun/r9)
Editor : Baiq Farida