Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Maksimalkan MPLS Tatap Muka untuk Simulasi Adaptasi Kebiasaan Baru

Baiq Farida • Kamis, 23 Juli 2020 | 11:01 WIB
TATAP MUKA: Suasana pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), di SMKN 3 Selong, pertengahan Juli lalu.
TATAP MUKA: Suasana pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), di SMKN 3 Selong, pertengahan Juli lalu.
MATARAM-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada masa pandemi di Mataram masih berlangsung. Kegiatan diizinkan selama sekolah menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

”Itu wajib dilakukan,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali pada Lombok Post, Rabu (22/7/2020).

 

Sesuai esensinya, MPLS memiliki banyak manfaat bagi peserta didik baru. Seperti bisa mengenal potensi diri, hingga membantu beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Juga untuk menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif.

”Termasuk mengembangkan interaksi positif antar peserta didik dan warga sekolah lainnya dan masih banyak lagi manfaat yang lain,” sambung dia.

Pelaksanaan MPLS tatap muka oleh dinas juga memiliki tujuan lain. Sebagai cara Disdik Mataram melakukan simulasi menuju adaptasi kebiasaan baru. Fatwir menegaskan, tepat 27 Juli hingga dua atau tiga bulan mendatang disebut fase transisi.

”Pada fase ini, seluruh sekolah di Mataram, kembali melanjutkan kegiatan BDR tahap II,” tegasnya.

MPLS setidaknya memberikan gambaran bagaimana sekolah dan orang tua, harus mempersiapkan segala kebutuhan peserta didik. Misalnya, sekolah menyiapkan dan membenahi infrastruktur pendukung.

”Tak kalah penting, melakukan pembiasaan diri dengan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, memakai hands sanitizer, jaga jarak, hingga KBM dengan sistem shift atau blok,” ujar Fatwir.

Semua itu akan diterapkan, jika dalam perjalanannya, status ibu kota provinsi berubah menjadi hijau. Pada saat itu, bisa diterapkan pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka.

”Ini kalau sudah hijau ya, maka kita terapkan standar protokol itu, tetapi kalau belum ya kita lanjut BDR,” terangnya.

Selama pelaksanaan MPLS, dia tidak berpangku tangan. Pihaknya juga melakukan pemantauan ke sekolah. Temuannya, masih ada sejumlah SD yang belum menyediakan masker. Kerumunan juga masih terjadi saat penjemputan anak oleh orang tua.

”Hal-hal semacam ini, akan kami jadikan catatan dan pembenahan,” tandasnya.

Kepala Bidang Dikdas Disdik Kota Mataram M Taufik menambahkan, MPLS juga bisa menjadi barometer bagi orang tua. Maksudnya sebagai acuan mempersiapkan diri dengan melengkapi segala peralatan anaknya saat sudah diizinkan belajar tatap muka.

”Siapkan masker, hand sanitizer, bagaimana cara antar, cara jemput ke sekolah, orang tua harus memahami kebiasaan baru ini,” tegasnya.

Terpisah, Plt Kepala SDN 33 Mataram Hj Sahariawati mengingatkan warga sekolah, pentingnya menjaga diri dan keluarga dari bahaya Covid-19. Caranya sederhana, senantiasa memakai masker ketika keluar rumah dan menjaga jarak ketika berinteraksi, serta selalu mencuci tangan pakai sabun. Semua pihak bertanggung jawab untuk saling menjaga satu sama lain dan saling mengingatkan.

”Kita berharap pandemi yang sedang melanda daerah kita saat ini segera berlalu, sehingga proses belajar mengajar di sekolah bisa berjalan normal kembali seperti biasanya,” ujar dia. (yun/r9)

  Editor : Baiq Farida
#mpls #tatap muka #Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali