Ada yang dilontarkan secara langsung, maupun melalui sosial media. Hal tersebut memang tidak bisa dihindari, lantaran BDR menggunakan pola daring maupun luring, merupakan kegiatan yang butuh adaptasi.
”Utamanya BDR daring ya, kami terima keluhan paling banyak tentang kuota internet,” ujarnya.
Memang Kemendikbud RI mempersilakan penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS), bisa dialihkan untuk pembiayaan kuota internet. Namun dia meminta masyarakat jangan berharap banyak dari kebijakan ini.
Lantaran, dana BOS tidak mungkin diperuntukkan hanya untuk membeli kuota internet. Apalagi sampai memberikan secara tunai untuk membeli kuota internet. Diingatkan, masing-masing sekolah mendapatkan alokasi besaran dana BOS yang berbeda.
”Dana bos itu tidak mungkin akan cukup membelikan keperluan kuota internet anak-anak. Kasian nanti sekolahnya tidak bisa bayar listrik, air hingga guru honor,” jelasnya.
Sebaliknya, jika ada peluang untuk diberikan kuota internet, maka Disdik Kota Mataram akan merancang mekanismenya agar tepat sasaran. Ada juga keinginan lain, kuota yang diberikan ke peserta didik akan diintegrasikan dalam sebuah aplikasi atau bisa dipakai untuk mengakses beragam pembelajaran online (e-learning) saja.
”Harapan kami seperti itu,” tegas dia.
Kendati demikian, dia mengklaim tidak akan berpangku tangan dan tetap mencari solusi. Fatwir menerangkan, pihaknya akan mendiskusikan hal ini bersama kepala sekolah, manajer BOS, Pemkot Mataram, dan DPRD Kota Mataram.
”Untuk membicarakan terkait solusi-solusi itu. Daerah kan sedang mengupayakan seperti itu,” tandas Fatwir.
Sebelumnya Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati menganggap, penyediaan internet ini penting. Alasannya, proses belajar tatap muka di sekolah masih belum bisa dilakukan.
Dia mengingatkan Mataram masih menjadi zona merah penyebaran Covid-19.
”Ini merupakan kewajiban kita sebagai pemerintah menyediakan fasilitas internet bagi anak-anak untuk belajar. Tetapi tetap dengan diawasi orang tua,” ujarnya.
Wifi gratis itu nantinya bisa dipasang di rumah kepala lingkungan atau di lokasi yang disepakati. Yang penting bisa dijangkau lebih dekat oleh siswa sekolah. Atas rencana itu, DPRD Kota Mataram siap mendukung anggaran untuk penyediaan fasilitas internet gratis di setiap lingkungan pada APBD perubahan.
”Kami siap menganggarkan. Harus segera ini dilakukan menyikapi pandemi ini,” tegasnya. (yun/r9)
Editor : Baiq Farida