”Pada dasarnya, kami senang dengan berita ini,” kata WR II Unram Prof Kurniawan.
Selama ini Unram sejatinya telah aktif memberi bantuan kuota internet bagi 29.650 mahasiswa aktif. Polanya, kampus mentransfer ke rekening mahasiswa, Rp 50 ribu perbulan.
”Mahasiswa membeli sendiri, supaya bisa leluasa mencari provider yang murah,” jelasnya.
Selama semester ganjil ini, Unram menggelontorkan Rp 7,4 miliar. Dengan kebijakan baru Kemendikbud, tentu menjadi angin segar bagi perguruan tinggi. ”Saat pandemi ini, kuota internet sudah menjadi kebutuhan primer,” ujarnya.
Rencananya, Kemendikbud akan memberi siswa, 50 GB per bulan. Meski demikian, Unram belum memutuskan memberhentikan atau tetap melanjutkan program yang sudah ada.
”Apabila ada kebijakan lain, tentu kami akan mengkajinya lagi,” tegas dia. (yun)
Editor : Baiq Farida