Dalam kondisi darurat pandemi, kegiatan tersebut tidak bisa terlaksana seperti biasanya. ”Kalau sebelum-sebelumnya kan kita tatap muka, sementara sekarang kita lagi BDR,” ujar dia.
Karenanya, Disdik Kota Mataram memberi keleluasaan sekolah mengambil langkah. “Kalau memang mau dilakukan ya silakan,” ujar dia.
Ada opsi mengedepankan pola daring. ”Bisa melalui whatsapp atau google classroom, atau aplikasi lain yang selama ini sudah akrab digunakan,” tegasnya.
Ada juga opsi luring. Misalnya siswa mengambil soal ke sekolah, kemudian dikerjakan di rumah. ”Bisa-bisa saja, tinggal dijadwalkan saja,” terangnya.
Sekolah tegasnya boleh mengatur mekanisme yang dirasa terbaik. ”Sesuaikan dengan situasi yang ada,” kata Fatwir.
Boleh juga melaksanakan UTS tidak berdasarkan jadwal kalender pendidikan. ”Kalau mau jadwalnya dimundurkan juga boleh,” terangnya.
Bahkan jika dirasa belum memungkinkan, maka bisa memilih tidak melaksanakannya. ”UN (Ujian Nasional,Red) saja dibatalkan, apalagi mid semester ini,” jelas dia.
Yang terpenting selama BDR, peserta didik harus terlayani pembelajaran. ”Anak-anak harus belajar, dapat materi belajar dari guru, itu harus,” tandas dia.
Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian, Bidang Dikdas Disdik Kota Mataram Syarafudin menjelaskan, evaluasi tetap dilakukan. ”Tetap ada,” ujar dia.
Bila sekolah memilih tidak melaksanakan UTS, ada sumber penilaian lain. ”Bisa dari penugasan, tes-tes daring yang dilakukan sebelumnya, atau tes bentuk asesmen jarak jauh lainnya, sesuai kreatifitas guru,” tegas dia. (yun/r9)
Editor : Baiq Farida