Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

Baiq Farida • Rabu, 23 September 2020 | 13:58 WIB
JAGA JARAK: Simulasi KBM tatap muka hari kedua di SMPN 1 Sumbawa Besar, Selasa (22/9/2020).
JAGA JARAK: Simulasi KBM tatap muka hari kedua di SMPN 1 Sumbawa Besar, Selasa (22/9/2020).
SUMBAWA--Sejumlah SMP di Sumbawa mulai melaksanakan simulasi KBM tatap muka. ”Uji coba dengan jumlah sekolah yang sangat terbatas,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sumbawa H Sahril, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Kegiatan itu berlangsung 21-26 September 2020. ”Sambil kami melihat perkembangan kasus Virus Korona, bisa saja kita lanjutkan pekan depan,” jelasnya.

Tercatat 107 SMP di kabupaten tersebut, namun hanya 47 SMP yang izinkan. ”Namanya uji coba kami batasi,” tegas dia.

Dijelaskan sudah ada Surat Edaran Dinas Dikbud Sumbawa, dengan nomor 423.1/1582/Dikbud/2020, perihal pelaksanaan ujicoba tatap muka. Diantara sekolah yang ditunjuk SMPN 1 dan 3 Empang, SMPN 1 dan 2 Tarano, SMPN 1 dan 5 SATAP Plampang, hingga SMPN 1 dan 5 Alas.

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Diharapkan,sekolah yang ditunjuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat. ”Kalau tidak, maka akan kami hentikan simulasi belajar di sekolah itu,” ujarnya.

Terkait mekanisme simulasi, Dinas Dikbud Sumbawa menyerahkan sepenuhnya kepada masing-masing kepala satuan pendidikan. ”Yang tahu bagaimana kondisi sekolahnya kan mereka, tidak ada strategi dari kami asalkan tetap merujuk pada protap kesehatan,” jelas Sahril.

”Pelaksanaan kegiatan itu, tetap akan dievaluasi,” imbuhnya.

Sebagai sekolah yang mendapat giliran simulasi, Kepala SMPN 1 Sumbawa Besar A Rahman S menegaskan telah menyusun mekanisme. ”Mulai dari membentuk tim untuk petugas yang membimbing siswa melaksanakan protap kesehatan, sampai pengaturan belajar di kelas,” ujarnya.

Sesuai arahan pemerintah, yang belajar di dalam kelas maksimal setengah dari jumlah siswa. Sekolah menggunakan sistem absen ganjil-genap.

”Anak-anak yang absen ganjil, masuk senin, rabu, dan jumat, yang genap masuk sekolah dari selasa, kamis dan sabtu,” kata Rahman.

Jika jenjang SMA belajar maksimal selama empat jam tanpa jeda, maka SMPN 1 Sumbawa Besar menerapkan pembelajaran selama 80 menit. ”Hanya diisi dua mata pelajaran (mapel), satu mapel durasinya 40 menit,” jelasnya.

Misalnya, untuk siswa absen ganjil kelas VII belajar dari 07.20 Wita-08.40 Wita. Selanjutnya kelas VIII dari 09.20 Wita-10.40 Wita. Terakhir kelas IX 11.20 Wita-12.40 Wita. ”Selama guru selanjutnya belum datang, guru yang ada tetap mengajar biar anak-anak nggak main-main,” terangnya.

Bagi siswa yang tidak mengikuti simulasi, tetap mendapatkan layanan BDR. Selama pelaksanaanya, sekolah sudah bekerja sama dengan pihak puskesmas setempat. ”Antisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan,” terang Rahman.

Sekolah mewajibkan semua siswa harus dijemput orang tua. ”Kami sudah menginstruksikan masing-masing wali kelas untuk mengkoordinir penjemputan itu,” tandas dia. (yun/r9)

 

 

  Editor : Baiq Farida
#simulasi #sma #Sumbawa #Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sumbawa H Sahril #KBM Tatap Muka