Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Baiq Farida • Kamis, 24 September 2020 | 15:25 WIB
Mu
Mu
MATARAM-Data Pokok Pendidikan (Dapodik) versi terbaru membingungkan. Pelatihan untuk operator jenjang SMA, diharap bisa mengatasi hal itu. ”Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

Dari 280 peserta, yang sudah terkonfirmasi mengikuti pelatihan 277 orang. ”Untuk Mataram, Lobar dan KLU, kegiatannya kami pusatkan di Dikbud, kalau Loteng dan Lotim, Insya Allah di Terara,” jelasnya.

Pelaksanaannya 6-7 Oktober. Kemendikbud telah merilis aplikasi dapodik versi 2020, yang terdapat beberapa pembaruan penting.

Seperti perubahan dan pembaruan pada menu sarana dan prasarana, dengan isian lebih terperinci pada data tanah, bangunan, data ruang, serta data alat, angkutan, dan buku. Kemudian pada data Peserta Didik dan PTK terdapat penambahan atribut Nomor KK (Kartu Keluarga) dan NUKS (Nomor Unik Kepala Sekolah).

Keamanan data ditingkatkan, melalui peningkatan metode keamanan pada password pengguna. Semua perubahan dan pembaruan merupakan upaya untuk menyelaraskan prosedur dan mekanisme pendataan Dapodik untuk berbagai transaksi di lingkungan Kemendikbud.

”Berbagai macam fitur terbaru, harus mendapatkan penjelasan lebih lanjut,” terangnya.

Kesempatan itu, bisa dimanfaatkan operator untuk menanyakan berbagai persoalan. Permasalahan yang kerap ditemui operator dengan versi terbaru ini, terkait input data siswa. Seharusnya mendapat persetujuan (approving) dari masing-masing server Kepala Cabang Dinas (KCD). Namun karena sering terjadi gangguan, data itu harus menumpuk di server Dinas Dikbud NTB.

”Itu satu diantara banyak masalah yang dikeluhkan operator-operator sekolah, nanti silakan tanyakan langsung ke narasumbernya,” jelas Mu’azam.

Operator SMAN 1 Gerung Rahmat Hidayat mengaku bahagia saat mendengar kabar pelatihan tersebut. ”Ini yang kami nantikan selama ini,” ujarnya.

Menurut dia, dapodik versi terbaru sulit dioperasikan. Jika dulu, satu aplikasi digunakan hanya menginput data siswa SMA, SMK, dan SLB. ”Kalau yang sekarang, itu dari PAUD, TK, SD, SMP dan SMA, ini makanya sering susah diakses,” jelas dia.

Kendala tersebut membuat pekerjaan operator menjadi terhambat. Maka dengan pelatihan tersebut, setidaknya bisa mendapatkan gambaran, bagaimana mengoperasikan versi terbaru. ”Harapannya sih kami dapat pencerahan ya,” tandas Rahmat. (yun/r9)

 

  Editor : Baiq Farida
#Operator Jenjang SMA #Dinas Dikbud NTB #pelatihan #Dapodik Versi Terbaru