Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

2.730 Guru Honorer di KLU Cairkan Bosda Tahap II

Baiq Farida • Senin, 16 November 2020 | 12:04 WIB
KELUARGA BESAR PELTI LOTIM: Pengurus dan atlet PELTI Lotim berpoto bersama di lapangan tenis GOR Lotim di Selong, belum lama ini.
KELUARGA BESAR PELTI LOTIM: Pengurus dan atlet PELTI Lotim berpoto bersama di lapangan tenis GOR Lotim di Selong, belum lama ini.
TANJUNG-Guru honorer di KLU mulai mencairkan Bosda tahap dua untuk Juni-September. Dari jumlah tersebut, 400 lebih guru honorer belum melakukan pencairan nontunai.

Kabid Pembinaan dan Ketenagaan (PK) Dikpora KLU Sudiarta mengatakan, jumlah penerima Bosda tahun ini meningkat 728 orang.

”Totalnya 2.730 orang sekarang,” ujar dia, Sabtu (14/11/2020).

Kata dia, penambahan itu datang dari Guru Tidak Tetap (GTT) PAUD 649 orang. Kemudian Guru Tetap Yayasan Madrasah (GTY RA) 79 orang. Pada 2019 lalu, mereka belum masuk sebagai penerima Bosda.

”Tahun ini mereka menerima,” sambung dia.

Lanjut dia, rincian guru honorer yang menerima yakni GTT SD-SMP 976 orang. GTT PAUD 649 orang, PTT SD-SMP 203 orang, PTT Dikpora 78 orang. Selanjutnya GTY MI-MTs 648 orang, dan GTY RA 79 orang.

”Setiap bulan mereka mendapatkan Rp 250 ribu,” kata dia.

”Untuk K2 sebanyak 97 orang per bulannya mendapatkan Rp 500 ribu,” imbuh dia.

Saat ini, pencairan dilakukan  menggunakan rekening. ”Nontunai istilahnya,” ucap dia.

Namun masih ada pola lama, tunai.  Kendalanya disebabkan ada beberapa guru yang belum mengumpulkan persyaratan pengurusan rekening.  Sehingga sekitar 400 lebih guru honorer masih menerima secara tunai.

Sudiarta menerangkan, anggaran Bosda tahun ini Rp 9 miliar.  Penerimaan pertama sudah dilakukan untuk April-Mei. Sedangkan tahap ketiga nantinya akan dicairkan untuk Oktober-Desember.

”2021 mendatang jumlah penerima akan bertambah,” beber dia.

”Penerimaan dialihkan ke nontunai, dan itu butuh proses,” ujar dia.

Pengalihan tersebut memakan waktu satu bulan persiapan. Sebab ada 2.730 rekening yang harus diterbitkan bank. Kesulitan yang dialami saat itu yakni dobel data. Artinya, guru honerer tersebut bekerja di dua bahkan lebih sekolah. Selain itu juga ada guru yang sudah berhenti sedang diverifikasi agar tidak memiliki rekening.

”Sekarang yang belum punya kita urus sambil jalan. Mereka sudah terdata di bank tapi belum terima buku rekening karena kelalaian persyaratan,” pungkas dia. (fer/r9)

 

  Editor : Baiq Farida
#Bosda Guru Honorer #gtt #Pencairan Tahap Dua