Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Verifikasi Sarana Pendukung Asesmen Nasional Segera Dimulai

Wahyu Prihadi • Selasa, 27 April 2021 | 12:25 WIB
BDR: Seorang murid salah satu SD di Kecamatan Unter Iwis, Sumbawa, mengikuti BDR melalui frekuensi 90.1 FM Qradio Sumbawa, awal Maret lalu. (Rusdianto for Lombok Post)
BDR: Seorang murid salah satu SD di Kecamatan Unter Iwis, Sumbawa, mengikuti BDR melalui frekuensi 90.1 FM Qradio Sumbawa, awal Maret lalu. (Rusdianto for Lombok Post)
MATARAM-Jelang pelaksanaan Asesmen Nasional (AN), September-Oktober mendatang, pemerintah mulai melakukan verifikasi dan validasi (verval) sarana pendukung. Hal itu ditegaskan Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang Dikdas Disdik Kota Mataram Syarafudin.

”Sesuai arahan dari kementerian, kegiatan ini dilakukan sampai tanggal 30 April,” terangnya, saat ditemui Lombok Post, (26/4).

Mengacu rencana Kemendikbud, Maret-April, dilaksanakan tahapan rapat koordinasi. Termasuk sosialisasi dan pelaksanaan teknis persiapan AN. Selanjutnya pada April-Agustus simulasi AN. Kemudian pada September-Oktober barulah diselenggarakan AN yang hasilnya diumumkan Desember.

AN dirancang untuk memantau dan mengevaluasi sistem pendidikan, serta memperbaiki sistem pendidikan dasar dan menengah. Poin evaluasi terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM),  Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Persiapan sarana pendukung, diutamakan adalah perangkat Teknologi Informasi Komunikasi (TIK). ”Jadi kami dibantu oleh operator sekolah dan tim teknis untuk SD dan SMP, akan mengecek kesiapan itu,” jelasnya.

Pemeriksaan dimulai dari perangkat komputer. ”Di sekolah itu komputer milik sendiri ada berapa, yang memungkinkan untuk dipinjam bisa berapa,” terang dia.

Tak ketinggalan, berapa kapasitas bandwidth jaringan internet. Itu yang nantinya digunakan saat proses mengunggah dan mengunduh data. AN akan dilaksanakan berbasis komputer.

Pada proses akhir verval, operator dan tim teknis akan memberi status terhadap kesiapan perangkat pendukung. Mulai dari potensial I, potensial II hingga siap.

”Nanti semuanya akan diverval, kemudian diinput ke dapodik,” jelasnya.

Dari kegiatan ini, pemerintah bisa mengetahui mana sekolah yang telah memenuhi syarat, bisa melaksanakan AN secara mandiri. Atau bergabung dengan sekolah lain. ”Dalam artian, misalnya sekolah A punya komputernya empat, sekolah B komputernya lima, jadi mereka bisa bergabung, nanti sharing menggunakan fasilitas bersama,” kata dia.

AN diikuti oleh sebagian peserta didik kelas V SD, kelas VIII SMP dan kelas XI SMA, yang dipilih secara acak. Acuannya dengan mempertimbangkan faktor sosial dan ekonomi. ”Untuk di Mataram karena kami menaungi SD dan SMP, yang melaksanakan AN ini ada 172 SD dan 46 SMP, baik negeri maupun swasta,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala LPMP NTB Mohamad Mustari menegaskan, dengan mundurnya jadwal AN, sekolah memiliki waktu untuk mempersiapkan diri. ”Kita memiliki waktu lebih banyak untuk konsolidasi dan koordinasinya antara berbagai pemangku kepentingan,” jelasnya.

Koordinasi dan konsolidasi yang matang sangat perlu dilakukan. Harapannya, sumber daya yang masih sangat terbatas dapat digunakan untuk mendukung fasilitas lintas jenjang satuan pendidikan.

”Misalkan perangkat komputer yang ada di laboratorium SMA/SMK dan SMP/MTs dapat digunakan saat AN jenjang SD/MI,” ujarnya. (yun/r9)

 

  Editor : Wahyu Prihadi
#Mohamad Mustari #Asesmen Nasional #Syarafudin