Sebelumnya, Syauki merupakan ASN Kemendikbud Ristek, yang diperbantukan di MAN 2 Mataram. Sebagai seorang pemimpin. Tahun 2000 silam, saat menempuh pendidikan magister jurusan Biologi di UPI Bandung, berkesempatan mengikuti program short course Kemendikbud Ristek, ke Melbourne, Australia.
Berikutnya, tahun 2004 dengan program yang sama, dia kembali menimba ilmu ke Sydney dan Canberra. ”Intinya, memberikan rasa betah, nyaman, dan menyenangkan warga madrasah dalam melaksanakan tugas,” jelas Syauki.
Dia kerap mengikuti forum ilmiah. Dia juga pernah aktif sebagai dosen di salah satu kampus swasta di NTB. Syauki juga pernah meraih juara tiga nasional dalam lomba kepala madrasah berprestasi dari Kemenag RI.
Berbagai bekal pengalaman yang luas itulah yang diaplikasikannya. Tak heran, dalam kepemimpinannya, MAN 2 Mataram berhasil mengantarkan siswanya meraih berbagai prestasi. ”Dengan deretan prestasi ini, maka layaklah julukan the right man on the right place disematkan untuk beliau,” puji Rahmi.
Ketika Kanwil Kemenag NTB memutuskan H Lalu Syauki kembali menjadi pemimpin MAN 2 Mataram, dikatakan banyak pihak mensyukurinya.
”Bagi warga madrasah, inilah nikmat tiada henti, rahmat tanpa batas,” ungkapnya.
Sang nakhoda tak henti mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuan yang diperoleh. Syauki meminta semua pihak menyamakan visi dan misi untuk mewujudkan madrasah hebat bermartabat dan mendunia. (yun/r9/*)
Editor : Wahyu Prihadi