Terutama program magang mahasiswa ke luar negeri. Sebelum Virus Korona merebak, setiap tahunnya STP Mataram mengirim mahasiswa dari jurusan perhotelan ke Malaysia. Kemudian jurusan pariwisata mengikuti program magang ke Jepang.
”Magang di sana, dengan hotel berbintang dan restoran yang sudah bekerja sama dengan kami,” tegasnya.
Tahun ini, kedua negera tersebut memberlakukan kebijakan pengetatan pintu masuk. ”Tentu aturan ini harus kami ikuti,” terang Halus.
Agar program kampus terus berjalan, pihaknya coba menawarkan solusi ke mahasiswa. Caranya, program magang dilakukan pada hotel atau pihak industri yang ada di NTB. ”Mahasiswa kami tempatkan di sana,” ujarnya.
Meski tentu suasana yang didapatkan berbeda dengan di luar negeri. Tetapi kampus tidak bisa berbuat lebih jauh. ”Kita berharap semoga pandemi ini segera mereda,” pungkasnya. (yun/r9) Editor : Wahyu Prihadi