Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Nanang Samodra Serap Aspirasi Ponpes Darussalam Bremi

Wahyu Prihadi • Senin, 22 November 2021 | 07:43 WIB
SAPA MASYARAKAT: Anggota MPR RI H Nanang Samodra (tengah) usai sosialisasi empat pilar, di Ponpes Darussalam Bremi, Gerung, kemarin.
SAPA MASYARAKAT: Anggota MPR RI H Nanang Samodra (tengah) usai sosialisasi empat pilar, di Ponpes Darussalam Bremi, Gerung, kemarin.
MATARAM-Fraksi Demokrat MPR RI bekerja sama dengan Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Kabupaten Lombok Barat. Kedua pihak menyelenggarakan Sosialisasi Empat Pilar MPR, Minggu (21/11), di Aula Pondok Pesantren Darussalam.

Acara dibuka oleh Ketua MUI Lombok Barat TGH. Abdullah Mustafa, MH, seusai Laporan Panitia Penyelenggara TGH. Muharrar Iqbal, MA.

Anggota MPR RI H Nanang Samodra memulai kegiatan dengan menjelaskan seputar sejarah berdirinya Republik Indonesia. Dia memberi gambaran lengkap sejak pergerakan Boedi Oetomo 1908, Sumpah Pemuda 1928, Jepang mengalahkan Belanda tahun 1942, Sekutu menjatuhkan Bom Atom di Hirosima dan Nagasaki, sampai dengan Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945. ”Orang-orang pondok perlu memahami secara lengkap sejarah bangsa ini,” ujar pria bergelar doktor itu.

Dijelaskan, dengan perjuangan, nenek moyang kita berhasil merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. ”Kini tugas kita adalah menjaga dan memelihara keutuhan negara kita agar tetap utuh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas mantan sekda NTB itu.

Kondisi aktual dalam masyarakat tercermin dari banyaknya pertanyaan peserta sosialisasi seputar ibadah haji. Termasuk dampak Covid 19 terhadap lapangan kerja, implementasi atas perubahan UU Perkawinan, adanya UU Pondok Pesantren, dan faham radikalisme di masyarakat.

TGH Mazhur mempertanyakan dampak dari tertundanya perjalanan ibadah haji secara berturut-turut tahun 2020 dan tahun 2021. Jangan sampai uang milik jemaah haji yang tertunda berangkatnya tadi dimanfaatkan untuk kegiatan pembangunan infrastruktur.

Turut disoroti, ketidakadilan pemerintah dalam mengembangkan pendidikan umum dan pendidikan agama. ”Seolah-olah pendidikan agama kurang diperhatikan,” ujarnya mempertanyakan.

H Suharman, peserta lain mengharapkan dengan berlakunya UU Pondok Pesantren, perhatian pemerintah lebih ditujukan pada guru-guru madrasah. ”Bagaimana pun guru-guru madrasah ingin juga diangkat menjadi guru PPPK seperti guru-guru di sekolah umum,” ujarnya.

Yakub, atas nama masyarakat mensyukuri pandemi yang mulai mereda. Ia selaku warga masyarakat yang merasakan babak belur akibat pandemi berharap saluran pemberangkatan TKI ke luar negeri segera dibuka kembali.

H Mahrup, mempertanyakan apakah UU Perkawinan yang baru juga mengatur tentang buku nikah yang berisikan kolom foto-foto istri pertama, kedua, dan seterusnya dalam satu buku nikah. ”Itu kita dengar seperti itu, mohon penjelasannya,” ucapnya.

Ia juga menanyakan bagaimana cara mengajarkan membaca Alquran kepada tamatan SMA yang belum bisa membaca Alquran.

H Alawi Muhammad, peserta sosialisasi lainnya turut member saran. Dia berharap mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari negara-negara di Timur Tengah, sepulangnya dievaluasi terlebih dahulu. Karena ditemukan diantara mereka ada yang membawa faham-faham radikal yang jauh berbeda dengan ahlusunnah wal jamaah.

Semua pertanyaan telah diklarifikasi dan yang kurang sesuai diluruskan oleh Nanang. ”Sedangkan usulan-usulan positif akan saya teruskan ke instansi terkait di tingkat pusat,” janjinya. (yuk/r9/*) Editor : Wahyu Prihadi
#sosialisasi empat pilar #nanang samodra #Ponpes Darussalam Bremi