Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Universitas Bakrie Gelar Pelatihan Budidaya Larva BSF di NTB

Baiq Farida • Kamis, 30 Desember 2021 | 14:59 WIB
GELAR PELATIHAN: Universitas Bakrie memberi pelatihan budidaya BSF kepada kelompok binaan dan masyarakat serta peternak BSF di Lombok di Hotel Grand Palace, Selasa (28/21/2021) lalu.
GELAR PELATIHAN: Universitas Bakrie memberi pelatihan budidaya BSF kepada kelompok binaan dan masyarakat serta peternak BSF di Lombok di Hotel Grand Palace, Selasa (28/21/2021) lalu.
MATARAM— Universitas Bakrie bekerja sama dengan Pemprov NTB mengembangkan budidaya larva Black Soldier Fly (BSF). Kegiatan ini dalam rangka mendukung program unggulan pemprov Zero Waste yang bertujuan mewujudkan NTB bebas sampah.

Ketua Tim Penelitian Universitas Bakrie Deffi Ayu Puspito Sari menjelaskan, program ini merupakan program penelitian kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Termasuk juga bagian dari pengabdian kepada masyarakat hasil penelitian dan purwarupa perguruan tinggi swasta dari Direktorat Jenderat Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

“Program ini muncul sebagai dukungan kepada perguruan tinggi swasta dalam hal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan oleh setiap perguruan tinggi. Termasuk untuk memaksimalkan hilirisasi hasil dan manfaat penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Universitas Bakrie,” jelasnya.

Deffi menyebut pengembangan budidaya larva merupakan tindak lanjut dari penelitian unggulan Universitas Bakrie. Yakni pengolahan sampah organik berbasis budidaya maggot BSF dan penciptaan aplikasi pengumpul sampah terintegrasi untuk mendukung zero waste.

Pada luaran penelitian sebelumnya, telah terbangun instalasi budidaya BSF di Desa Midang, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat dan aplikasi pengumpul sampah Zewes ID. Ternyata, masih banyak ditemukan permasalahan di bidang budidaya yang belum terpecahkan di lapangan. Di antaranya pertumbuhan larva yang tidak optimum. Ada juga persoalan larva mati, kesulitan pengendalian hama untuk BSF seperti semut dan tikus, serta kurangnya pengetahuan mengenai teknik pengeringan dan pengemasan produk yang baik.

“Melalui pengabdian kepada masyarakat ini, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas teknikal, sosial, dan ekonomi dalam budidaya larva BSF,” ujarnya.

Tim juga telah melakukan kunjungan ke budidaya BSF di Ekowisata Boon Pring dan TPS 3R Tumpang Lestari Desa Tumpang di Malang pada 24 Desember 2021. Ini merupakan rangkaian awal dari kegiatan pengabdian masyarakat.

Tim Universitas Bakrie bersama Kepala Desa Midang Samsudin mempelajari sistem budidaya BSF yang telah mandiri dan sukses dibina oleh Bumdes Desa Tumpang, Malang. Turut serta petani milenial dari Desa Midang yang juga penerima penghargaan dari Kementerian Arifudin Nurahmatullah.

Dalam mengembangkan budidaya larva Black Soldier Fly (BSF), pihak universitas menggandeng Jurusan Agribisnis Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang. Polbangtan selama ini mendampingi budidaya BSF di Ekowisata Boon Pring dan TPS 3R Tumpang Lestari Desa Tumpang yang telah sukses. Bahkan, dengan budidaya BSF di dalamnya, Ekowisata Boon Pring di Desa Wisata Sanankerto, Turen, Malang menyabet 3 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.

“Hal ini tentunya menjadi motivasi tambahan bagi Desa Midang dan desa-desa lain di Lombok, NTB untuk segera mengoptimalkan biokonversi limbah organiknya dengan budidaya BSF,” ungkapnya.

Setelah kegiatan studi banding, pengabdian masyarakat dilanjutkan pelatihan budidaya BSF kepada kelompok binaan dan masyarakat serta peternak BSF di Lombok. Kegiatan ini dikomandoi Deffi Ayu Puspito Sari Diki Surya Irawan dari Universitas Bakrie dan ILuki Amar Hendrawati, serta Dudi Teguh Gunadi dari Polbangtan Malang.

Pelatihan dilakukan di Hotel Grand Palace, Mataram, Selasa (28/12). Dihadiri kepala desa dan direktur BUMDES dari Desa Midang, Desa Narmada, Desa Lembuak, Desa Gunungsari, serta Desa Badrain. Ada juga ketua kelompok tani, peternak maggot dan ketua kelompok ternak ikan Desa Badrain, kepala dinas lingkungan hidup Lobar, dinas pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa Lobar, perwakilan PT Berkahi Gumiku Lestari dan Yayasan LAZ DASI NTB.

Setelah menerima materi dari para narasumber, dan sesi diskusi, peserta mengunjungi instalasi budidaya BSF yang telah dibangun di lokasi TPS 3R Desa Midang. Di lokasi ini, mereka mendapat pengetahuan bagaimana membangun instalasi BSF yang baik dan  berdiskusi langsung dengan melihat pelaksanaan di lapangan.

Diharapkan dengan kunjungan dan pelatihan budidaya BSF ini bisa menjadi langkah awal peningkatan kapasitas masyarakat Lombok dalam budidaya BSF untuk mencapai target zero waste. Serta dapat meningkatkan pencapaian kampus merdeka Universitas Bakrie melalui aktivitas dosen di luar kampus, kelas yang kolaboratif dan partisipatif serta perolehan pengalaman di luar kampus bagi mahasiswa. (ida/*)

 

 

 

  Editor : Baiq Farida
#zero waste #Universitas Bakrie #Budidaya Larva BSF