Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Unram-IPB Teken Mou Peningkatan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian

Baiq Farida • Jumat, 21 Januari 2022 | 09:30 WIB
KERJA SAMA: Rektor Unram Prof H Lalu Husni (kiri) bersama Rektor IPB Prof Arif Satria melakukan kerja sama untuk peningkatan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian di Raja Hotel Kuta Mandalika, Kamis (20/1/2022).
KERJA SAMA: Rektor Unram Prof H Lalu Husni (kiri) bersama Rektor IPB Prof Arif Satria melakukan kerja sama untuk peningkatan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian di Raja Hotel Kuta Mandalika, Kamis (20/1/2022).
MATARAM-Universitas Mataram (Unram) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) di Raja Hotel Kuta Mandalika, Kamis (20/1/2022). Kolaborasi dua perguruan tinggi negeri ini dalam rangka peningkatan dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

“Dalam kesempatan ini kami berharap dapat belajar banyak dari IPB terkait banyak sektor, salah satunya berkaitan dengan capaian indikator utama,” kata Rektor Unram Prof H Lalu Husni.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Rektor IPB Prof Arif Satria yang hadir dan bersedia menjalin kerja sama dengan Unram. Ia juga meminta rektor bisa berbagi mengenai program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) di IPB.

"Unram saat ini memiliki 34.283 mahasiswa yang tersebar di 63 program studi (prodi) yang tersebar di 9 fakultas, pascasarjana, dan program vokasi," ujarnya.

Dalam kesempatan diskusi dengan Rektor IPB, Husni mengungkapkan undang-undang mensyaratkan minimal mahasiswa miskin sebanyak 20 persen. Tetapi di Unram dan IPB mencapai lebih dari 50 persen.

"Mudah-mudahan dengan kesamaan dari sisi itu bisa kita belajar banyak nanti khususnya untuk mengejar ketertinggalan kita dalam capaian indikator kinerja utama maupun capaian yang lain, karena IPB sudah masuk peringkat 500 dunia,” ujar Husni.

Menanggapi hal tersebut, Rektor IPB yang juga merupakan Ketua Forum Rektor Indonesia ini menyambut baik. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sharing session yang juga dihadiri oleh pejabat struktural di lingkungan Unram.

Membahas tentang pernak-pernik pengelolaan kampus, Prof Arif menjelaskan segala unsur dalam universitas harus peka terhadap segala perubahan yang terjadi di masa sekarang maupun yang akan datang.

“Orang yang bisa survive adalah orang yang mampu merespons perubahan,” katanya.

Perihal MBKM dan IKU, memang saat ini menghadapi situasi berbeda. Situasi yang dialami tahun 2020, beda dengan hari ini.

"Karena itu, hal yang sangat penting, bagaimana kita merespons hal-hal perubahan ini, khususnya revolusi industri 4.0,” ujarnya.

Arif menjelaskan, pada tahun  2018 pihaknya mulai menata kurikulum. Di tahun 2018 dan 2019, ia mengirim hampir 500 dosen IPB ke Universitas Terbuka (UT) untuk belajar mengenai pembelajaran online.

“Awalnya banyak dosen yang mempertanyakan kebijakan itu, pada tahun 2020 ada Covid-19, baru teman-teman (dosen) merasakannya, baru dibilang, ‘untung belajar pembelajaran online.’ Sudah belajar pun (masih) gelagapan, apalagi tidak belajar,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut bagian dari desain kurikulum IPB. Kuliah online sudah dirancang pihaknya sejak tahun 2018. Hal yang paling substansial, mereka fokus menghasilkan outcome. Karena ia menyadari orang-orang yang bisa bertahan atau survive di tengah perubahan yaitu orang yang mampu merespons perubahan. Dan yang mampu merespons perubahan adalah orang yang cepat belajar, lincah belajarnya, dan punya kemampuan tinggi untuk menjadi pembelajar sejati.

“Ini problem bangsa, soal mindset, soal jiwa belajar dan, future practice. Di era ini, dibutuhkan kemampuan kepemimpinan, kemampuan komunikasi, kemampuan kolaborasi, kreativitas, dan sebagainya. Ketika kita mau mendesain skill (kemampuan), agar lulusan kita punya kriteria mindset bagus, jiwa pembelajar, berorientasi future practice,” jelasnya.

Oleh karena itu, Prof Arif Satria menekankan, pihaknya mencoba mendesain kurikulum di IPB untuk menghasilkan lulusan yang bukan semata-mata punya nilai bagus, tetapi punya pola pikir bagus dan jiwa pembelajar. Karena seseorang yang sukses itu yang punya jiwa pembelajar, orang yang kreatif dan memiliki imajinasi dan skill-skill yang diperlukan.

"Tidak bisa hanya didapatkan dari perkuliahan. Karena itu perkuliahan harus dimodifikasi," tambahnya.

Dalam sesi berbagi tersebut dilanjutkan juga dengan diskusi dan tanya jawab antara Rektor IPB dan unsur pimpinan di Unram. Penandatanangan MoU itu juga diisi dengan sesi berbagi antara Rektor IPB dengan unsur pimpinan Unram yang hadir. Seusai sambutan Rektor Unram, dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara Unram dan IPB. Setelah sesi foto, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi berbagi atau sharing session dari Rekor IPB Prof Arif Satria terkait IKU dan MBKM di IPB. (nur/r10) Editor : Baiq Farida
#Universitas Mataram #Kerja Sama Pendidikan #Institut Pertanian Bogor