Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

MTsN 2 Lobar Tak Gunakan Sistem Shift

Wahyu Prihadi • Sabtu, 19 Februari 2022 | 10:27 WIB
Photo
Photo


GIRI MENANG-MTsN 2 Lombok Barat (Lobar) tidak menerapkan sistem shift dalam kegiatan belajar-mengajar di masa Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Tetapi seluruh siswa tetap masuk kelas seperti biasa.

Meski seluruh siswa tetap masuk, bukan berarti sekolahnya tidak melaksanakan PTM terbatas. ”Kami tetap mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri tentang panduan penyelanggaraan pembelajaran di masa pandemi,” jelas Kepala MTsN 2 Lobar H Lekas Muhtar.

Yang dilakukan sekolahnya, membatasi jam masuk. Kegiatan belajar mengajar di dalam kelas hanya sampai pukul 10.00 Wita. Lekas menerangkan, pihaknya tidak memberlakukan sistem shift karena jumlah peserta didik di bawah 500 siswa.

Sementara, jumlah ruang kelas di lembaga pendidikan ini cukup banyak. Sehingga sangat memungkinkan menerapkan protokol kesehatan di dalam kelas. ”Jarak duduk siswa sesuai prokes. Jadi, PTM terbatas sudah mengacu pada surat keputusan empat menteri,” tegasnya.

Berdasarkan SKB empat menteri, satuan pendidikan diberikan kewenangan mengatur sistem penyelenggaraan pembelajaran masing-masing. Yang penting, mengacu sesuai ketentuan yang ditetapkan.

Misalnya, sekolah yang akan melaksanakan Belajar Dari Rumah (BDR). Di SKB empat menteri sudah diatur, BDR bisa dilaksanakan jika ada guru, tenaga kependidikan, dan siswa terkonfirmasi positif. ”Itu salah satu landasannya. Tidak bisa serta langsung BDR,” jelas Lekas.

Dia juga menyampaikan, kegiatan ekstrakurikuler tetap berjalan. Tetapi hanya ekskul berbentuk pembinaan. Seperti pembinaan bagi siswa yang akan mengikuti olimpiade. ”Kami memberikan variasi aktivitas siswa dengan membatasi kehadiran,” tambahnya.

Lekas mengatakan, ekskul pembinaan sangat mungkin dilakukan pembatasan. Sebab, hanya diiukti oleh beberapa siswa saja. Misalnya pembinaan olimpiade, paling banyak dihadiri 10 siswa. ”Karena untuk olimpiade itu nantinya paling 2-3 siswa saja,” pungkasnya. (cr-bib/r9) Editor : Wahyu Prihadi
#MTsN 2 Lobar