“Nanti akan ada juga ruang untuk menampilkan pengenalan kamus bahasa daerah Sasambo yang mencakup bahasa Sasak, Samawa dan Mbojo,” jelas Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB Puji Retno Hardiningtyas saat berdikusi dengan GM Lombok Post Haliludin, kemarin (22/8).
Puji berharap di NTB, pembinaan dan perlindungan terhadap bahasa dan sastra masih mendapat perhatian semua pihak termasuk media. Tanggung jawab tersebut tidak bisa hanya menjadi tugas pemerintah daerah.
Puji mengungkapkan, Kantor Bahasa NTB telah melakukan berbagai upaya dalam rangka mengembangkan, melindungi serta membina bahasa dan sastra daerah. Selain gencar melaksanakan kegiatan Bengkel Sastra di sejumlah kabupaten/kota, mereka juga sudah menerbitkan kamus bahasa daerah Sasambo.
Namun upaya ini dirasa belum cukup. Melalui adanya ruang di media massa, edukasi mengenai tiga bahasa daerah tersebut bisa lebih masif disampaikan ke masyarakat.
GM Lombok Post Haliludin menyambut baik program yang ditawarkan. Sejauh ini, media yang dinahkodainya memang telah memberi ruang untuk pengembangan sektor pendidikan, khususnya di NTB.
“Ada halaman pendidikan yang bisa dimaksimalkan untuk program kerja sama ini,” kata Halil.
Wartawan senior ini berharap, rubrik bahasa dan sastra daerah bisa berjalan dalam jangka panjang. Salah satunya untuk menjawab munculnya persoalan tata bahasa yang semakin rancu dan keliru di ruang publik. (ida/r9) Editor : Baiq Farida