Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sebelum Mutasi Guru, Disdik Mataram Disarankan Analisa Mendalam

Baiq Farida • Minggu, 18 September 2022 | 16:46 WIB
TRANSFER ILMU
TRANSFER ILMU
MATARAM--Disdik Mataram perlu melakukan analisa kebutuhan dan pemetaan dari seluruh SD dan SMP. Langkah ini perlu dilakukan sebelum mutasi dan rotasi guru dilakukan.

“Disdik juga harus mempertimbangkan jumlah rombel per sekolah dan jumlah beban mengajar per minggu,” kata Ketua PGRI Kota Mataram HL Kaharudin, pada Lombok Post, Kamis (15/9).

Menurut dia, Disdik Mataram bisa melakukannya berdasarkan proyeksi ketersediaan dan kebutuhan. Distribusi guru bisa atas dasar pertimbangan masa kerja guru, usia, guru, kompetensi, kualifikasi, hingga kinerja guru bersangkutan.

Di sisi lain, yang tak kalah diperhatikan, penyebaran guru juga harus menyasar ke guru mata pelajaran. Hal ini untuk menyikapi sejumlah guru di Mataram, yang lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Siapa tahu ada satu mata pelajaran diajarkan oleh double guru, padahal untuk satu guru saja sudah cukup,” ujarnya.

Maka dengan analisa pemetaan Disdik Mataram, guru tersebut bisa dialihkan sekolah lain yang lebih membutuhkan. “Supaya tetap melaksanakan kewajibannya,” tandasnya.

Kaharudin menyebut pihaknya sudah mendengar rencana mutasi dan rotasi guru. Ia menyebut, kebijakan tersebut pada dasarnya positif. Bahkan rotasi dan mutasi untuk kepala sekolah pun, sangat bisa dilakukan. Asalkan, Disdik Mataram dalam menerapkannya harus berdasarkan kebutuhan dan pemerataan.

“Menurut saya, agar sekolah-sekolah ini berimbang dari sisi kuantitas dan kualitas guru, bisa juga guru-guru yang ada di pusat kota, disebar ke sekolah yang agak pinggiran,” ujarnya.

Pada akhirnya, mereka akan menjadi magnet bagi para orang tua, untuk mendaftarkan anaknya di sekolah tersebut. “Kalau orang tua menyekolahkan anaknya dengan patokan atau barometernya adalah guru, bisa jadi dengan kebijakan ini, siswa dan siswi kita juga ikut menyebar,” jelas Kaharudin.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Mataram Liswati mengatakan, pemerintah tetap melakukan analisa, terkait dengan pemerataan guru SD dan SMP di ibu kota. “Salah satu patokan kami adalah dapodik (data pokok pendidikan, Red), ada guru lebih dan ada guru kurang, dan ini tetap melalui analisa kami saat proses pemerataan ini,” tegasnya. (yun/r9)

 

  Editor : Baiq Farida
#PGRI Kota Mataram #mutasi guru #Disdik Mataram