Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jemput Bola Sasaran, Jumlah Siswa SMA Terbuka SMAN 1 Sakra Naik Tajam

Baiq Farida • Kamis, 12 Januari 2023 | 14:17 WIB
LAYANAN PENDIDIKAN: Kegiatan pembelajaran dalam layanan SMA Terbuka, di salah satu TKB di Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, beberapa waktu lalu (SMAN 1 Sakra Timur for Lombok Post)
LAYANAN PENDIDIKAN: Kegiatan pembelajaran dalam layanan SMA Terbuka, di salah satu TKB di Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, beberapa waktu lalu (SMAN 1 Sakra Timur for Lombok Post)
SELONG-SMA Terbuka, SMAN 1 Sakra Timur di Lombok Timur (Lotim) ingin meningkatkan jumlah peserta didik. Melalui kunjungan ke rumah warga, pihak sekolah mengajak agar para calon peserta didik mau melanjutkan pendidikannya.

“Kami tidak mau hanya menunggu, tapi langsung jemput bola,” terang Ahmad Junaidi, kepala SMAN 1 Sakra Timur, Rabu (11/1).

Kepada Lombok Post dirinya mengungkapkan, dengan upaya tersebut, ada peningkatan jumlah peserta didik. Sejak awal ditetapkan secara sebagai SMA Terbuka, SMAN 1 Sakra Timur hanya memiliki 76 siswa. Namun saat ini jumlahnya melesat tajam mencapai 416 siswa.

Semuanya melangsungkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di enam Tempat Kegiatan Belajar (TKB). Tersebar di Desa Gereneng Timur, Desa Lepak Timur, Desa Surabaya, Desa Menceh, dan di Rensing, Kecamatan Sakra Barat.

Dalam upaya jemput bola menjangkau peserta didik, dirinya guru membawa sejumlah peralatan. Seperti laptop agar mereka bisa langsung mendata berdasarkan nama dan tempat tinggal calon peserta didik. Kemudian didaftarkan dan di input ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Pihak sekolah terus bukan lagi berkutat di wilayah Sakra, tetapi menjangkau lebih luas lagi. Contohnya berkoordinasi dengan SD-SMP satu atap di wilayah Jerowaru. Menggelar sosialisasi ke Desa Sekaroh, Pulau Maringkik, Lenek, bahkan hingga Janapria, Lombok Tengah.

Ini didukung oleh kebijakan tidak menerapkan zonasi untuk SMA Terbuka. ”Kami juga terus menjangkau siswa di wilayah Lombok Timur bagian selatan. Sebab kami paham betul, kondisi masyarakat di sana giat bekerja sehingga jarang sekali ada anak usia sekolah melanjutkan pendidikannya,” terang Junaidi.

Diakuinya, mengelola SMA Terbuka tetap ada tantangannya. Misalnya, penerimaan bahkan pemahaman masyarakat yang masih awam terhadap eksistensi program tersebut. Ada saja warga yang menolak, karena mereka memikirkan biaya sekolah.

Padahal SMA Terbuka merupakan program yang dihajatkan untuk memberikan kemudahan memperoleh pendidikan SMA secara gratis tanpa dipungut biaya, alias gratis. Di samping itu, SMAN 1 Sakra Timur juga turut menjelaskan perihal ijazah yang akan diterima adalah sama seperti SMA reguler bukan Paket C.

Berikutnya mengenai sistem pembelajaran. SMA Terbuka melaksanakan pembelajaran dengan waktu yang fleksibel, dengan tatap muka dan daring. Kebijakan yang diterapkan SMAN 1 Sakra Timur, ada empat kali pertemuan dalam sepekan. Dua hari tatap muka dan dua hari belajar daring. Sehingga hal ini tidak mengganggu kegiatan lain peserta didik.

Saat pelaksanaannya, guru yang mendatangi masing-masing TKB, sesuai dengan jadwal pelajaran. Mereka dilengkapi surat tugas resmi. Selama berlangsungnya KBM, guru harus mendokumentasikan yang disertai lokasi. ”Tipe siswa yang belajar di SMA Terbuka ini kan kebanyakan bekerja, jadi hal-hal seperti ini yang kami jelaskan bahwa program SMA Terbuka menjadi kesempatan yang bagus bagi mereka untuk kembali bersekolah,” pungkas Junaidi.

Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan mengungkapkan, animo masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke SMA Terbuka tinggi. Fakta itu menunjukkan, layanan pendidikan yang satu ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. ”Memang ada layanan program paket C, tetapi lembaga seperti itu ternyata kurang diminati dan saat kita beri layanan (SMA Terbuka, Red) seperti ini ternyata animonya datang sendiri,” terang Aidy.

Dengan SMA Terbuka, masyarakat secara langsung berpartisipasi melanjutkan pendidikan bahkan berniat menamatkan pendidikan menengah. Menurutnya ini adalah sebuah tindakan yang patut diapresiasi. ”Ini sudah sangat luar biasa bagi mereka yang belum tersentuh secara maksimal layanan pendidikan,” ujarnya. (yun/r9)

  Editor : Baiq Farida
#SMAN 1 Sakra Timur