”Ini salah satu program unggulan kami,” terang Kepala MTsN 3 Mataram H Marzuki, Jumat (20/1).
Dia mengungkapkan, program tahsin dilaksanakan satu jam sebelum masuk belajar usai pelaksaaan pembiasaan salat duha dan doa pagi. Pukul 07.30 – 08.00 Wita. Tiap siswa dibagi ke beberapa kelompok, sesuai tingkatan kemahiran dalam membaca Alquran. Kelompok secara terpisah antara siswa yang lancar dengan yang belum lancar yang dibimbing satu orang guru.
Untuk program tahfiz, dilaksanakan pada siang hari usai pembelajaran kelas sekitar pukul 14.00–16.00 Wita. Program ini masuk dalam program kelas uswah yang dibimbing dan diajarkan oleh tenaga pengajar huffaz dari sejumlah pondok pesantren (ponpes) di Mataram. ”Tujuan diadakan uji publik ini adalah untuk mengetahui sejauh mana penguasaan siswa dalam mengikuti tahfiz maupun tahsin yang menjadi syarat utama lulusan MTsN 3 Mataram,” terang mantan kepala MIN 1 Mataram ini.
Program ini sebagai implikasi lulusan madrasah agar siswa dapat bersaing masuk ke lembaga pendidikan berikutnya. ”Sangat bermanfaat dan membawa dampak positif yang sangat luar biasa untuk membumikan Alquran,” ujarnya.
Di kesempatan itu, Marzuki menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tenaga guru dan karyawan madrasah yang ikut membimbing. ”Batin kami begitu merasa bahagia dan tenteram serta haru begitu melihat anak-anak duduk di pojok-pojok teras, ada yang di lapangan,” ujarnya.
”Bahkan ada di lorong-lorong kelas atau di dalam kelas berkumpul secara berkelompok,” sambugnya.
Karenanya, ia mengajak seluruh warga madrasah sama-sama menyaksikan belasan siswa akan uji publik. (yun/r9)
Editor : Baiq Farida