Wakil Kepala Bidang Humas MAN 2 Mataram Siti Rahmi mengatakan, yang bersangkutan memang dikenal sebagai siswa teladan.
”Selama menempuh pendidikan MANPK MAN 2 Mataram, dia selalu mengikuti semua kegiatan di asrama dengan teratur,” terangnya, Senin (13/2).
Alzadi juga seorang penghafal Alquran dan hadis. Dikatakan Rahmi, pemuda 20 tahun itu menamatkan pendidikan di MANPK MAN 2 Mataram pada tahun pelajaran 2021/2022.
Sebelum ia mengenyam pendidikan di MANPK MAN 2 Mataram, Alza masuk pondok pesantren di MTsS Al-Aziziyah Kapek, Gunungsari, Lombok Barat (Lobar). Remaja kelahiran Praya, Lombok Tengah (Loteng) tersebut bercita-cita menjadi ahli Alquran.
Mengacu program MANPK MAN 2 Mataram, bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke luar negeri, sejak kelas XII harus mengikuti pembinaan dan persiapan. Lokasinya di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mumtaza Bondowoso Jawa Timur (Jatim).
”Selama kurang lebih tiga bulan kegiatan ini dilakukan,” kata Rahmi.
Yarmouk University berdiri pada tahun 1976. Statusnya adalah universitas negeri atau milik Pemerintah Yordania. Sampai saat ini, kampus tersebut memiliki 40.100 mahasiswa, dengan rincian program sarjana berjumlah 31 ribu orang dan mahasiswa pascasarjana 9.100 orang.
”Kami berharap, baik Alzadi maupun alumni kami yang lain menempuh pendidikan di kampus di luar negeri, dapat menjaga nama baik madrasah, dan tak kalah penting negara,” harap wanita bergelar doktor ini.
Terpisah, Alzadi mengaku masih belum akrab dengan susana, dan cuaca di wilayah tersebut. Perlu adaptasi, namun di sisi lain sangat menyenangkan bisa menempuh pendidikan di Yordania. ”Alhamdulilah bertemu dengan rekan-rekan dari seluruh dunia,” ujarnya.
Bekal bahasa Inggris dan Arab yang diperoleh sejak belajar di MANPK MAN 2 Mataram sungguh memberikan manfaat besar baginya. Bekal itu membuatnya bersyukur sekaligus bersemangat, karena apa yang dicita-citakan untuk melanjutkan pendidikan di negara impian tercapai. (yun/r9)
Editor : Baiq Farida