”Penurunan ini bukan berarti kurang peminat, tetapi ada pengurangan jurusan seperti Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Multimedia, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ),” kata Rias Sandi, kepala SMKN 2 Kuripan.
Kebijakan menghapus jurusan yang tidak termasuk dalam kurikulum belajar yang ada di SMK sudah diberlakukan sejak 2022. Dari segi peminat jurusan TKJ, RPL dan Multimedia sangat tinggi peminatnya. ”Jurusannya dihapus karena bukan termasuk core teknologi lagi,” kata Rias Sandi.
Saat ini SMKN 2 Kuripan hanya menggunakan dua core dalam penjurusan. Core pertama yaitu Teknologi dan Manufaktur terdiri dari Jurusan Otomotif, TBSM (Teknik Bisnis dan Sepeda Motor) dan Permesinan. Core kedua Konstruksi Properti dan Bangunan. Saat ini seluruh SMK maksimal dalam penjurusan memiliki dua core. ”TKJ, Multimedia, dan RPL sudah termasuk core yang berbeda dari dua core tersebut,” sambungnya.
”Saat ini sebanyak 1344 peserta didik yang kami punya di sekolah,” ucap Rias Sandi.
Namun demikian, berkurangnya siswa tak serta merta berarti ruang belajar juga ada yang tak terpakai. Malah sebaliknya, SMKN 2 Kuripan tetap kurang pada bagian infrastruktur. Pihak sekolah memberi kebijakan juga dengan cara membagi shift kelas. ”Kelas satu biasanya kita bagi jadi shift siang. Selain itu juga kami terbantu dengan adanya siswa yang PKL. Sehingga ruang kelas yang kosong kita manfaatkan untuk mengajar siswa lainnya,” kata sang kepala SMKN 2 Kuripan.
Setiap PPDB SMKN 2 Kuripan umumnya menerima 500 peserta didik. ”Kemampuan kami tiap tahunnya hanya mampu menampung peserta didik yaitu menampung dari 15 kelas. Karena memang kita keterbatasan bagian infrastruktur,” keluh dia.
Kebutuhan tambahan ruang belajar agar tidak ada yang masuk shift siang cukup banyak. ”15 ruang lagi,” kata Rias Sandi. (cr-nil/r9) Editor : Baiq Farida