Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rangkul Siswa, Museum NTB Gelar Belajar Bersama Tentang Budaya

Baiq Farida • Jumat, 2 Juni 2023 | 14:57 WIB
TUANGKAN IDE: Siswa SMP menggambar ragam hias budaya di Aula Samalas Museum NTB, Selasa (30/5) (Chia/Lombok Post)
TUANGKAN IDE: Siswa SMP menggambar ragam hias budaya di Aula Samalas Museum NTB, Selasa (30/5) (Chia/Lombok Post)
MATARAM-Upaya pengenalan ragam hias budaya kini lebih dimasifkan Museum NTB. Itu dibuktikan dengan beragam acara yang digelar yang menyasar peserta didik.

“Kami laksanakan kegiatan belajar bersama di museum,” kata Ahmad Nuralam, kepala Museum NTB pada Lombok Post, Selasa (30/5).

Belajar bersama di museum diwujudkan dengan kegiatan menggambar ragam hias yang diikuti siswa dari 15 SMP sederajat di Kota Mataram. Diantaranya, SMPN 9, SMPN 7 dan SMPN 5 Mataram. “Ini sebagai langkah kami untuk lebih mendekatkan museum pada anak-anak karena kami punya tagar museum menyenangkan,” ujarnya.

Nuralam mengungkapkan, kegiatan ini bukan ajang kompetisi, melainkan salah satu program kerja Museum NTB. Tujuannya, sebagai bentuk ekspresi, ruang belajar dan bermain anak. “Ini tidak dilombakan tetapi jadi bekal dan pengetahuan anak-anak kedepannya,” tandas kepala museum.

Sementara itu, Agus Purwanto, salah satu narasumber dalam kegiatan Menggambar Ragam Hias di Museum NTB mengungkapkan seiring perkembangan zaman, pengetahuan anak terkait peninggalan budaya semakin jarang didapatkan.

Salah satunya terkait ornamen budaya atau ragam hias. “Kita mencoba memberikan edukasi dan membuat ketertarikan terhadap budaya yang ada di NTB pada anak-anak,” katanya.

Di setiap daerah memiliki masing – masing ragam hias, dengan ciri khas yang berbeda-beda. Dengannya kegiatan ini diharapkan mampu mengenalkan dan mengajak anak anak untuk melestarikan budaya tersebut.

“Mungkin untuk menggunakan ornamen jaman dulu anak-anak tidak tertarik. Maka dari itu, kami ajak untuk tahu, meniru, dan melestarikan budaya yang ada,” tandas guru yang mengajar di SMKN 5 Mataram ini.

Saat ini memang masih banyak yang menggunakan pakaian bernuansa lokal dengan ragam hias.  Namun tidak sedikit juga yang lebih mengutamakan fungsi visual dan harga jual. Sedangkan dalam hal ini, museum ini mengenalkan dan menarik perhatian anak-anak terkait nilai filosofis yang terkandung dalam setiap ornamen budaya yang ada. “Seperti batik itu ada motif kawung, parang, sidomukti, itu ada artinya,” jelas Esti Ebhi Evolisa, salah satu staff di Taman Budaya NTB yang menjadi narasumber di kegiatan Menggambar Ragam Hias NTB.

Seperti salah satu guru yang sedang mendampingi siswanya. “Kami melihat siswa yang berkompeten. Kemudian mengajak siapa yang mau ikut,” kata Liza, guru SMPN 9 Mataram. (cr-chia/r10)

  Editor : Baiq Farida
#Belajar Budaya #Museum NTB