Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan kepala SMA, SMK dan SLB di NTB, dimulai dari tiga wilayah, Kabupatan Sumbawa Barat, Lombok Tengah dan Lombok Utara, sebanyak 28 kepala sekolah pada Selasa (13/6).
Berlanjut untuk wilayah Lombok Timur, Sumbawa dan Dompu, sebanyak 50 kepala sekolah, pada Rabu (14/6). Kegiatan digelar secara langsung dan virtual, di aula Handayani Dinas Dikbud NTB.
“Pelantikan dilakukan secara bertahap, agar pelaksanaannya lebih maksimal,” tegas Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, saat ditemui Rabu (14/6).
Mutasi, rotasi, pelantikan kepala sekolah baru, maupun mereka yang kembali ditugaskan menjadi guru, merupakan kondisi yang lumrah dalam birokrasi. “Ini memang kebutuhan kita, untuk menggerakkan pendidikan agar lebih baik,” jelasnya.
Proses penilaian kinerja kepala sekolah bahkan sudah dimulai jauh-jauh hari. Melibatkan pihak-pihak terkait, termasuk Dinas Dikbud NTB juga melakukan pengamatan secara langsung ke sekolah.
Sejumlah poin penting menjadi alasan dan pertimbangan Dinas Dikbud NTB, untuk melakukan mutasi, rotasi, pengangkatan kepala sekolah, hingga kepala sekolah ditugaskan kembali menjadi seorang guru. “Kepala sekolah menjadi guru, karena faktor usia, sakit dan kinerja buruk,” kata dia.
Sementara guru yang mendapatkan promosi jabatan kepala sekolah adalah mereka yang memiliki prestasi telah lolos dan mendapatkan sertifikat Guru Penggerak. Di sisi lain, pemerintah juga mengangkat kepala sekolah dari guru yang sebelumnya telah melalui seleksi tes calon kepala sekolah (cakap).
“Kami masih punya persediaan dan mereka masih memenuhi syarat, terutama dari segi usia dan kapasitas mereka untuk memimpin sekolah,” ujarnya.
Sedangkan kepala sekolah yang dimutasi dan dirotasi, pertimbangannya bahwa yang bersangkutan telah menjabat selama dua periode di sekolah tersebut. Dinas Dikbud NTB juga menerima berbagai masukan dan saran, dari guru dan komite sekolah. “Sehingga perlu dilakukan penyegaran,” jelas Aidy.
Ia memahami bahwa kebijakan ini akan memunculkan pro kontra, apalagi kerap disangkutpautkan dengan isu-isu lain, karena ada saja yang merasa cocok dan tidak cocok di lingkungan yang baru.
“Saya tegaskan, kegiatan ini tidak ada kaitannya dengan isu-isu tertentu, kita tetap mengedepankan hasil penilaian kinerja kepala sekolah,” tandasnya.
Sekda NTB H Lalu Gita Aryadi berpesan kepada seluruh kepala sekolah yang baru dilantik, harus menjadi suri teladan bagi warga sekolah. Tak kalah penting, jangan sia-siakan amanah yang diberikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.
“Jangan mengecewakan amanah yang diberikan pimpinan, harus dibuktikan dan ditunjukkan bahwa diri ini layak menjadi kepala sekolah,” jelasnya.
Harapannya, setelah pelantikan, kepala sekolah segera melakukan konsolidasi personal maupun program, di lingkup internal sekolah dan eksternal dengan Dinas Dikbud NTB dan yang terkait lainnya.
“Agar tugas, tanggung jawab dan amanah yang berikan, bisa terurai dan terealisasi dengan baik,” pungkas Sekda. (yun/r9) Editor : Baiq Farida