MATARAM-Universitas Islam Al Azhar (Unizar) Mataram kembali mengadakan penelitian. Judul studi yang diangkat kali ini, etnobotani bahan makanan tradisional sebagai basis data pengembangan wisata berbasis kuliner lokal Suku Sasak di Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah. "Penelitian dilakukan tim dosen Prodi Biologi Unizar," kata Ketua Tim Rosalina Edy Swandayani.
Anggota tim lainnya adalah Arista Suci Andini dan Meilinda Pahriana Sulastri. Mereka dibantu mahasiswa dari BEM dan Himabio. Diketuai Vivin Erlita dan Dedy Kurniawan yang merupakan mahasiswa Biologi semester IV Prodi Biologi. "Penelitian didanai melalui hibah penelitian dengan SKIM penelitian dosen pemula Unizar tahun pendanaan 2022," jelasnya.
Tujuan penelitian adalah menginventaris spesies tanaman yang dimanfaatkan masyarakat Sasak. Khususnya di Desa Bonjeruk, sebagai makanan tradisional.
Penelitian ini juga diharap dapat mendokumentasikan. Serta melestarikan makanan tradisional Suku Sasak. Selain itu dengan melakukan penelitian ini akan didapatkan basis data tanaman yang digunakan. "Sehingga ke depan dapat dilakukan upaya konservasi terhadap tanaman itu, agar terjaga kelestariannya," jelas dia.
Data didapatkan melalui wawancara mendalam kepada narasumber. Dengan teknik snowball sampling. Narasumber yang diwawancara seperti pengelola kawasan wisata di Bonjeruk yaitu Kantin 21 (Yuni Sulfia). "Juga bebera ran (tukang masak) khusus pada acara adat Sasak," imbuhnya.
Hasil penelitian memperlihatkan 40 spesies atau jenis tanaman yang dimanfaatkan dalam 35 family. Adapun 40 jenis tanaman tersebut dimanfaatkan kedalam 22 menu makanan tradisional suku Sasak di Desa Bonjeruk.
Menu ayam merangkat adalah salah satu contoh yang ditemukan. Terdiri dari ayam bakar, dan sambal khas merangkat yang merupakan sambal khas Desa Bonjeruk. (yuk/r9) Editor : Wahyu Prihadi