Dalam sambutan pengantarnya, Ketua LPMPP Unram Prof. Dr. Nasmi Herlina Sari menyampaikan masing-masing buku ilmiah memiliki ciri-ciri penulisan berbeda. Nilai kum untuk buku ajar, buku referensi, dan buku monograf juga berbeda dalam penilaian angka kredit dosen. Sehingga para dosen harus memahami prosedur penulisannya agar dapat memperoleh nilai sesuai kredit yang dibutuhkan.
“Buku ilmiah ini juga sangat berguna bagi akreditasi prodi dan insitusi karena masuk dalam poin penilaian akreditasi,” katanya sambil menekankan pentingnya peserta mengikuti pelatihan dan menindaklanjuti arahan-arahan narasumber dalam merevisi draf naskah buku ajar yang telah mereka susun.
Workshop tersebut dibuka Wakil Rektor Unram Bidang Akademik Prof.Dr. Sitti Hilyana. Dalam sambutannya, Mbak Nana, sapaan akrabnya menyebutkan Unram merupakan salah satu perguruan tinggi yang berkembang pesat akhir-akhir ini. Sehingga para dosen diharapkan mengambil peran lebih aktif lagi mengikuti irama perkembangan tersebut.
“Unram telah menempati beberapa posisi penting secara nasional. Akan tetapi beberapa hal masih perlu dikerjakan lebih giat lagi,” pesan Mbak Nana.
Menurutnya, jumlah dan jenis karya ilmiah dosen merupakan salah satu aspek penting untuk ditingkatkan agar Unram dapat mencapai sasaran yang ditargetkan. Termasuk target internasionalisasi yang sedang gencar-gencarnya dilaksanakan saat ini. “Saya yakin, melalui workshop ini bapak dan ibu adalah orang-orang hebat yang dapat memublikasikan buku ilmiah yang sangat dibutuhkan dalam internasionalisasi tersebut,” katanya penuh semangat disambut tepuk tangan penuh semangat dari peserta workshop.
Kegiatan tersebut melibatkan 4 guru besar Unram sebagai narasumber. Antara lain Prof Dr. Salim HS, guru besar ilmu hukum dengan berbagai koleksi buku ilmiah dan best seller ini, berbagi pengalaman dan strateginya menulis buku ilmiah. “Bapak dan ibu tidak percaya diri dalam menulis, menulislah,” katanya memotivasi.
“Hidupkan laptop Anda, dan tulislah judul sesuai nama mata kuliah Anda,” katanya.
Selanjutnya Prof. Dr. Mahsun, guru besar linguistik dengan berbagai koleksi buku referensi memberikan panduan praktis dalam menulis buku referensi serta trik-trik jitu berkomunikasi dengan penerbit.
Prof. Dr. Suhubdy Yassin, guru besar ilmu peternakan, membakar semangat peserta dengan pendekatan-pendekatan humanisnya dalam menulis buku monograf. “Tiada cara lain agar bapak dan ibu dapat menghasilkan buku monograf, selain menulis, menulis, dan menulis,” katanya memberikan tips.
Narasumber berikutnya, Prof Arifuddin juga mengobarkan semangat yang sama. Guru besar pendidikan bahasa Inggris ini berbagi pengalaman dalam menulis buku ajar sesuai format Unram dan format penilaian lain pada level nasional.
Dalam workshop tersebut terpilih masing-masing 2 draf buku terbaik. Tim penulisnya mempresentasikan draf buku ilmiah yang tersusun dipandu Koordinator Pengkajian dan Pengembangan Pembelajaran LPMPP Unram Prof. Kamaludin Yusra, PhD. Pada kesempatan itu Prof Kamal mengingatkan peserta agar segera menuntaskan dan memublikasikan buku yang ditulis agar peserta dapat mengajukan insentif publikasi buku ilmiah ke pihak rektorat. Kegiatan ditutup dengan kesepakatan bahwa batas akhir penuntasan draf buku adalah akhir September agar dapat dipublikasikan akhir Oktober 2023. (*/r1) Editor : Administrator