Raihan siswa ini tidak lepas dari peran guru. Siswi yang masuk dalam kelas unggulan tidak hanya meraih medali pada ajang KSM tingkat nasional. Namun ia juga pernah mewakili NTB pada ajang OSN tingkat nasional.
Rusniah menuturkan, siswa yang akan mengikuti KSM mulai dari tingkat kabupaten/kota di seleksi di madrasah oleh guru pembimbing. Dari seleksi tersebut, Naura tidak diragukan lagi kemampuannya dalam bidang IPA. Sehingga ia dipercaya madrasah untuk mengikuti KSM mulai dari tingkat kota. ”Siswa yang lulus seleksi kita berikan pembinaan di madrasah,” ujar perempuan berjilbab ini.
Diutarakan, pembinaan KSM dilakukan di madrasah tidak hanya dalam bentuk tes tulis saja, namun juga ada eksplorasi dan eksperimen. Karena lomba KSM tidak hanya tes tulis saja, melainkan juga ada praktik. ”Tes eksperimen dan eksplorasi ditingkat nasional waktunya tiga jam, sementara tes tulis dua jam,” ucapnya.
Dikatakan, apa yang diraih siswinya ini cukup membanggakan. Sebab, medali yang diraih pada KSM tingkat nasional tidak instan. Namun terlebih dahulu mengikuti lomba ditingkat kabupaten/kota dan provinsi. ”Yang juara di tingkat provinsi inilah yang mewakili ketingkat nasional,” ucapnya.
Wakasek Kesiswaan MTsN 1 Mataram M Rifa’i merasa cukup bangga dengan torehan prestasi yang diraih siswinya. Menurutnya, lomba KSM tingkat nasional persaingannya cukup ketat. ”Tidak mudah meraih medali di ajang KSM tingkat nasional ini,” pungkasnya. (jay/r9/*)
Editor : Redaksi Lombok Post