LombokPost--Dua siswa MAN 2 Mataram berhasil mengalahkan ribuan siswa se-Indonesia dan masuk finalis pada ajang Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI). ”Pada ajang ini kita diseleksi tiga tahap dan lolos ke final,” kata Baiq Mutiya Harun Nisa, siswa MAN 2 Mataram.
Dalam ajang yang diadakan Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) ini, Tim Juara (jaga udara asri rangkai aksi) MAN 2 Mataram membuat aplikasi video dan animasi digital guna mencegah pemanasan global. Baiq Mutiya Harun Nisa kelas XI IPA dan Baiq Sekar Naila Fahira kelas XII IPA akan terbang ke Jakarta mengikut Expo virtual FIKSI, 25-30 September mendatang.
FIKSI merupakan kompetisi kewirausahaan siswa SMA/MA tingkat nasional yang diadakan sebagai upaya mewadahi dan mengapresiasi. Serta menciptakan generasi muda yang akan menjawab tantangan zaman. Mereka yang dapat dengan jeli melihat peluang, memetakan mitra potensial dalam kolaborasi strategis dalam upaya membentuk wirausaha yang berdampak luas dan berkelanjutan.
Pada ajang FIKSI ini ia membuat aplikasi dan video animasi. Aplikasi ini juga akan dibuat fisiknya mirip permainan ular tangga yang didesain seperti kuis. Pada game ini ada tantangannya, jika ditekan tombol maka akan keluar saran untuk mencegah pemanasan global. Tak hanya dalam bentuk aplikasi, namun rencananya game ini akan dibuat posternya untuk diperjubelikan ke anak-anak TK dan PAUD. ”Model game ini mirip permainan ular tangga,” jelasnya.
Sebelum terbang ke Jakarta, terlebih dahulu ia bersama temannya melakukan berbagi persiapan dan pembekalan. Bahkan ia juga mendapat pembinaan dari tiga orang guru untuk mengikuti ajang FIKSI tingkat nasional. ”Semua persiapan sudah dilakukan di madrasah, bahkan semua biaya ditanggung madrasah,” ucapnya.
Ada 300 siswa yang terbagi dalam 96 tim masuk final ajang FIKSI tingkat nasional. Namun begitu ia percaya jika karyanya untuk mencegah pemanasan global yang diaplikasikan melalui game bisa mendapat penghargaan nantinya.
Waka Humas MAN 2 Mataram Siti Rahmi mengatakan, persiapan ajang FIKSI tinggal finishing saja. Artinya dari sisi gambar untuk expo tinggal sedikit. Sementara aplikasi game sudah ready dan akan disiapkan pembayaran melalui QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) karena akan dijual. ”Kalau ada yang bayar nanti lewat QRIS,” ujarnya.
Tak hanya dalam bentuk aplikasi, namun game ini juga dalam bentuk poster. ”Siapa tahu ada orang tua yang membelikan anaknya,” jelasnya.
Dikatakan, siswa MAN 2 Mataram menjadi satu-satunya perwakilan NTB, bahkan Indonesia dari Kementerian Agama. Seleksi ajang FIKSI cukup ketat dan panjang prosesnya. ”Kita bisa menjadi finalis pada ajang FIKSI prosesnya panjang,” pungkasnya.
Kepala MAN 2 Mataram H Lalu Syauki bersyukur atas pencapaian siswanya di ajang FIKSI tingkat nasional ini. Apalagi tim MAN 2 Mataram lolos sebagai finalis dan menjadi satu-satunya perwakilan NTB dan Indonesia dari Kemenag. ”Kita berharap siswa terus meraih prestasi diberbagai ajang tingkat nasional,” pungkasnya. (jay/r9/*)
Editor : Kimda Farida