Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lima Guru Besar Unram Dikukuhkan, Berikut Ini Judul Orasi Ilmiah Mereka

Ali Rojai • Kamis, 26 Oktober 2023 | 11:15 WIB
DIKUKUHKAN: Rektor Unram Prof Bambang Hari Kusumo mengukuhkan lima orang guru besar tetap Unram di Ruang Sidang Senat, Rektorat, Selasa (24/10) lalu.
DIKUKUHKAN: Rektor Unram Prof Bambang Hari Kusumo mengukuhkan lima orang guru besar tetap Unram di Ruang Sidang Senat, Rektorat, Selasa (24/10) lalu.

LombokPost-Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof Bambang Hari Kusumo mengukuhkan lima orang guru besar tetap Unram di Ruang Sidang Senat, Rektorat, Selasa (24/10). Kelima guru besar yang dikukuhkan yaitu Prof H Mahrus, Prof Muhamad Ali, Prof Bambang Supeno, Prof Hamsu Kadriyan, dan Prof Sitti Hilyana.

Prof Mahrus dikukuhkan sebagai guru besar tetap dalam bidang ilmu biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Dengan judul orasi ilmiah ”DNA Barcoding dan Keragaman Genetik Ikan Lemuru Kaya Omega-3”. Metode DNA Barcoding yang diterapkan oleh Prof Mahrus dalam penelitiannya membawa kontribusi signifikan dalam bidang taksonomi biologi.

Beberapa keuntungan utamanya adalah kemampuannya untuk membantu menyelesaikan masalah tumpang tindih karakter variasi intra dan interspesies, memecahkan identifikasi diberbagai tingkat kehidupan organisme. Menemukan, membedakan, dan mendeskripsikan spesimen yang sulit diidentifikasi dengan karakter morfologi. Serta DNA barcode mengurangi kerancuan identifikasi spesies.

Dengan pendekatan ini Prof Mahrus berhasil membawa penelitian mengenai ikan lemuru ke tingkat yang lebih mendalam dan mengungkap manfaat kesehatan yang signifikan dari ikan ini. ”Hal ini memberikan wawasan baru dalam mempromosikan konsumsi ikan lemuru sebagai sumber gizi yang lebih potensial dan ekonomis,” tuturnya.

Selanjutnya Prof Muhamad Ali dikukuhkan sebagai guru besar tetap dalam bidang ilmu bioteknologi peternakan Fakultas Peternakan. Dengan judul orasi ilmiah ”Eksplorasi Omics Technologies untuk Mendukung Pemenuhan Protein Hewani Berkelanjutan”.

Prof Ali menjelaskan, Omic Technologies yang digunakan merupakan high-throughput molecular technologies untuk mengoleksi dan menganalisis sekuen DNA, keanekaragaman genetik mikroba, sekuen transkrip mRNA. Ragam protein, ragam lemak, profil metabolit, ekspresi gen, dan interaksi diantaranya serta pengaruhnya terhadap makhluk hidup.

Prof Ali memaparkan bahwa teknologi ini memiliki peranan penting untuk menghasilkan bibit unggul. Memahami pertumbuhan ternak mulai dari seleksi genetik, pembentukan embrio. Menghasilkan ternak dengan sifat unggul yang diinginkan, menghasilkan produk sesuai harapan. ”Hingga deteksi cepat dan efektif untuk mendeteksi mutasi genetik yang menguntungkan maupun yang merugikan secara ekonomis,” ucapnya.

Prof Bambang Supeno dikukuhkan sebagai guru besar tetap dalam bidang ilmu budi daya pertanian Fakultas Pertanian. Dia memaparkan orasi ilmiah berjudul ”Rekayasa Model Pengelolaan Terpadu Budi Daya Tanaman dan Lebah Madu dalam mendukung Terciptanya Two in One Penghasilan Petani”.

Prof Bambang Supeno mengatakan, beternak lebah madu secara terintegrasi dengan budi daya tanaman pertanian merupakan suatu simbiosis mutualisme. Sistem terintegrasi ini dapat mengasilkan two in one produksi yang meningkatkan penghasilan petani. Dalam praktiknya, untuk meningkatkan potensi budi daya lebah madu terintegrasikan dengan budi daya tanaman pertanian membutuhkan strategi yang tepat.

Beberapa strategi yang disampaikan oleh Prof Bambang Supeno adalah strategi pengendalian hama, strategi awal dan akhir pembungaan. Penggunaan kepadatan koloni lebah madu, dan penggunaan tanaman refugia untuk pendekatan pengendalian hama dan penyakit tamanan.

Sedangkan Prof Hamsu Kadriyan dikukuhkan sebagai guru besar tetap dalam bidang ilmu kesehatan telinga hidung tenggorokan dan bedah kepala dan leher, Fakultas Kedokteran. Ia menyampaikan orasi ilmiah berjudul  ”Potensi Eksosom dalam Diagnosis, Penatalaksanaan, dan Pemantauan Prognosis Kanker Nasofarings”.

Prof Hamsu menekankan bahwa penelitian terkait eksosom ini telah membuka jalan baru dalam dunia kedokteran. Eksosom merupakan vesikel ekstra seluler yang berukuran nanometer yang disekresikan oleh hampir semua jenis sel.

Vesikel ekstra seluler inilah yang membawa berbagai macam molekul yang berimplikasi pada komunikasi antarsel. Sehingga dapat berperan dalam patogenesis berbagai macam penyakit dan infeksi. Ia juga berbagi wawasan mengenai metode inovatif yang sedang dikembangkan untuk memanfaatkan eksosom dalam penatalaksanaan berbagai penyakit, termasuk kanker nasofarings.

Terakhir, Prof Sitti Hilyana dikukuhkan sebagai guru besar tetap dalam bidang ilmu pengelolaan sumber daya pesisir dan laut, Fakultas Pertanian. Ia memaparkan orasi ilmiahnya dengan judul ”Payment for Ecosystem Services: Pendekatan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Berorientasi Ekonomi Biru”.

Payment for Ecosystem Services (PES) merupakan kebijakan atau instrumen ekonomi biru dalam pengelolaan sumber daya dan lingkungan hidup untuk mendorong pemerintah atau setiap individu ke arah pelestarian sumber daya. Untuk menjamin terpenuhinya perlindungan hak dan keadilan generasi saat ini dan generasi masa depan.

Prof Nana sapaan karibnya mengatakan, jika skema PES ini merupakan mekanisme yang membuat penyediaan jasa lingkungan menjadi lebih efisien dalam biaya maupun dapat berlangsung dalam waktu yang lama. Mengendalikan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana, mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Juga mengantisipasi isu lingkungan global.

Acara pengukuhan ini ditandai dengan penerimaan naskah pidato para guru besar dan pengalungan gordon guru besar oleh rektor didampingi ketua Senat. Rektor berharap pengabdian dari para guru besar Unram dapat memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. (jay/r9/*)

Editor : Kimda Farida
#Prof Bambang Hari Kusumo #guru besar #Universitas Mataram Unram #NTB