LombokPost--LPKN Training Center mengirim peserta program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) Platinum untuk melakukan praktik bidang food and beverage (FB) servis dan barista ke Hotel Segara Anak, Kuta, Lombok Tengah, Minggu (5/11).
Apa yang didapatkan peserta di lembaga pelatihan akan diaplikasikan di dunia industri. Sehingga nantinya bisa menjadi calon tenaga kerja siap pakai.
Kegiatan praktik di industri dibuka Direktur LPKN Training Center Naktika Sari Dewi. Hadir dalam kegiatan tersebut Owner sekaligus Pengelola Hotel Segara Anak Gede Yopi Maribaya, Ketua IFBEC (Indonesian Food and Beverage Executive Association) NTB Sudirman Sahibuddin, dan anggotanya.
Dewi ingin peserta PKK menjadi calon tenaga kerja siap pakai. Upaya ini tentu harus disertai link and match antara lembaga pelatihan sebagai penyedia dan industri sebagai pengguna tenaga kerja. ”Agar selaras tentu apa yang diberikan di lembaga dipraktikkan di industri. Baik itu dari pelatihnya, narasumber, alat yang dipakai, dan lokasinya benar-benar di industri,” urainya.
Dia berharap peserta PKK selesai praktik di industri siap dengan keterampilan yang diperlukan. ”Tidak ada lagi kesenjangan atau mismatch dengan industri,” tuturnya.
Ini adalah kali kedua kegiatan praktik bagi peserta PKK. Sebelumnya, peserta PKK mendapat pelatihan di Hotel Illira Lite untuk bidang housekeeping dan food and beverage (FB) product. Baru nanti pihaknya akan mengirim peserta PKK bidang barista ke industri. ”Kita akan cari industri yang barista dan bartender bagus untuk kegiatan praktik. Kalau sekarang kita pilih Hotel Segara Anak, Kuta, Lombok Tengah di KEK Mandalika karena dikenal restorannya,” ucapnya.
Pada praktik bidang food and beverage (FB) service pihaknya juga mendatang IFBEC sebagai narasumber. Sehingga, apa yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan industri.
Owner Hotel Segara Anak Gede Yopi Maribaya mengatakan, para peserta PKK akan mendapat teori dan praktik, khususnya tentang table manner. ”Kami juga datangkan IFBEC memberikan pelatihan secara utuh, termasuk kita juga men-support,” ucapnya.
Pada praktik table manner peserta langsung menjamu tamu mulai dari kedatangan hingga check out. ”Para peserta akan bekerja seperti karyawan,” pungkasnya.
Perwakilan IFBEC NTB Beny Diskara mengatakan, praktik table manner fokus melayani tamu mulai kedatangan hingga meninggalkan restoran atau tempat makan tersebut sesuai standar internasional. ”Tekniknya harus ada, dan tahu alat-alat makan,” ujarnya.
Diutarakan, para peserta harus tahu bagaimana melayani tamu saat datang dan mulai duduk. Lalu mana yang dipersilakan duduk jika ada anak-anak atau perempuan. Baru kemudian menyajikan makanan atau minuman. ”Mengangkat atau meletakkan piring atau gelas di meja akan diajarkan,” ucapnya.
Ia juga memberikan motivasi kepada peserta untuk bisa menjadi bagian yang diandalkan dalam bidang pariwisata. Dikatakan, dia juga lulusan SMK, dan bisa bekerja di hotel berbintang di luar daerah. ”Yang penting ada kemauan,” pungkasnya. (jay/r9/*)
Editor : Kimda Farida