LombokPost-SMKN 4 Mataram telah resmi menjadi badan layanan umum daerah (BLUD) dengan diserahkannya SK Gubernur NTB tahun lalu. SMK yang terletak di Jalan Pendidikan ini ditunjuk menjadi BLUD tahap kedua bersama 22 SMK lainnya di NTB. ”Kalau tahap pertama ada 11 SMK BLUD, sekarang jumlahnya 34 SMK,” kata Kepala SMKN 4 Mataram Iwan Supriadi pada Lombok Post, rabu (3/1).
Meski telah resmi menjadi BLUD, SMKN 4 Mataram tidak serta merta langsung beroperasi. Karena harus melakukan analisa harga produk atau jasa terlebih dahulu. Selain itu, harus ada standar operasional prosedur (SOP) dan pengelolaannya seperti apa. ”Kami memang sudah mendapat SK BLUD. Kami sudah siap menjalankan BLUD, hanya saja masih menunggu pelatihan agar nantinya kami tidak salah melangkah,” kata Iwan.
Menurutnya, harus ada pelatihan dari Pemprov NTB untuk aturan tata kelola SMK BLUD. Seperti produk atau jasa, alur promosi penerimaan barang dan yang dipasarkan ke luar.
Dia membeberkan, tim BLUD SMKN 4 Mataram telah menetapkan berbagai varian produk di masing-masing kompetensi keahlian. Misalnya, kompetensi keahlian tata boga akan mengelola kantin dengan berbagai produk makanan. ”Ada 15 produk varian makanan yang siap kita pasarkan ke luar, tapi selama ini kita pasarkan di sekolah dulu,” ucapnya.
Selain makanan, ada hotel, laundry, dan busana dengan membangun butik. ”Semua seragam sekolah siswa tahun ajaran baru selama ini dibuat di sekolah,” ujarnya.
Tak hanya itu, pihak sekolah juga akan membuka barbershop dan spa beauty therapist. ”Ini menjadi modal awal kami menjadi BLUD,” imbuh Iwan.
Dijelaskan, pada BLUD ada SDM yang bisa menghasilkan sebuah produk dengan melibatkan siswa didalamnya. ”Insya Allah ada produk dan jasa yang kita hasilkan,” tuturnya.
Saat ini sebut Iwan, 23 SMK BLUD baru tahap kedua menyusun beberapa dokumen bersama tim dengan melibatkan Biro Ekonomi. Juga Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Inspektorat, Badan Perencanan Pembangunan Daerah, dan berbagai OPD lainnya. ”Ketika kami menjadi BLUD tentu kami ada potensi produk atau jasa yang dibutuhkan masyarakat umum yang memiliki nilai eknonomis dan harga kompetitif,” jelasnya.
Selain itu, SMK BLUD harus inovatif guna mempertahankan kompetensi siswa. Karena tujuan dari BLUD bagaimana sebuah bisnis yang dibangun sekolah melibatkan kompetensi siswa. ”BLUD harus melibatkan kompetensi siswa,” pungkasnya.
Kasi Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB Muazam mendorong semua SMK di NTB menjadi BLUD. Karena dengan BLUD akan melibatkan siswa dalam setiap produk atau jasa yang ditawarkan. ”Ini akan mengasah keterampilan siswa dengan bidang keahlian yang dipilih,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Rury Anjas Andita