LombokPost-Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada sekolah untuk menciptakan berbagai model pembelajaran. Disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi murid di masing-masing sekolah.
Seperti yang diimplementasikan SDN 19 Cakranegara. Implementasi proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5) melalui kerja kelompok dan menghasilkan karya atau produk kreatif yang bermanfaat dan memiliki nilai jual.
Kepala SDN 19 Cakranegara Sri Hartini mengatakan, hasil karya yang dibuat murid, baik itu dengan memanfaatkan sampah plastik menjadi ecobrick dan tas bagian dari implementasi dari P5. ”Proyek ini akan melatih kemampuan akademik dan keterampilan sosial para murid. Selain itu, implementasi P5 juga akan memberikan wawasan kepada murid berwirausaha sejak dini,” urai Sri, sapaan karibnya, rabu (17/1).
Dikatakan, dengan implementasi P5 murid juga diharapkan setelah lulus memiliki keterampilan selain kemampuan akademik. ”P5 ini memberikan kesempatan kepada murid untuk membuat proyek untuk memperkuat karakter dan mencapai kompetensi yang diinginkan,” kata Sri, sapaan karibnya.
Yulia Sagita Paradina, gurus kelas II SDN 19 Cakranegara mengatakan, sampah plastik di sekolah dimanfaatkan sebagai ecobrick pada P5. ”Selain itu, sampah plastik dimanfaatkan untuk belanja,” ucapnya.
Dia menjelaskan, sampah plastik yang tidak bisa diolah atau dimanfaatkan dijual ke bank sampah. ”Hasil dari penjualan sampah yang kita manfaatkan untuk membeli bibit sayur-sayuran yang dibudidaya di sekolah,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Redaksi Lombok Post