Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Konflik Internal, Pemblokiran Dana BOS SMK Hasanuddin Ternyata Permintaan Yayasan

Galih Mega Putra S • Sabtu, 27 Januari 2024 | 11:35 WIB
SEPI: Suasana di halaman SMK Hasanuddin Kota Mataram terlihat sepi, beberapa waktu lalu.(DOK/LOMBOK POST)
SEPI: Suasana di halaman SMK Hasanuddin Kota Mataram terlihat sepi, beberapa waktu lalu.(DOK/LOMBOK POST)

LombokPost-Sekretaris Yayasan Sosial Pendidikan SMK Hasanuddin Mataram Rahmat Reza Hamidy mengatakan ingin menutup sekolah kejuruan itu karena sudah tidak produktif.

”Jumlah siswanya kadang tujuh,” kata Reza, sapaan karibnya.

Dibeberkan, pemblokiran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMK Hasanuddin karena permintaannya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB. Ia khawatir dana BOS dimanfaatkan untuk yang tidak-tidak.

”Saat bapak saya jadi ketua yayasan (almarhum), kepala sekolah sekarang ini sudah diberhentikan,” ujarnya.

Namun anehnya, kepala sekolah ini sekarang membuat SK baru dengan SMK Hasanuddin yang alamatnya di Ampenan, bukan di Jalan Amir Hamzah, Mataram Timur.

”Sertifikat lahan sekolah ada di saya,” ujar Reza, sapaan karibnya.

Sebagai pemilik yasasan ia tidak ingin lahannya dikuasai orang. Apalagi ia ingin mengembangkan sekolah internasional bekerja sama dengan pihak lain.

”Saya sudah minta sekolah itu ditutup, sekarang sudah tak ada aktivitas belajar mengajar  di sana,” terangnya.

Dia menyebutkan, SMK Hasanuddin didirikan oleh Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan dan lahan ini miliknya. Dia tidak ingin yayasan yang dibangun orang tuanya dikuasai orang.

”Kita yang minta ke Dikbud agar rekening BOS diblokir,” pungkasnya.

Kabid Pembinaan SMK Dikbud NTB M Khairul Ihwan sebelumnya mengatakan, di SMK Hasanuddin terjadi konflik kepemilikan. Yayasan yang pertama minta SMK Hasanuddin ditutup, sedangkan yayasan kedua minta sekolah itu tetap dibuka.

”Sertifikat lahan tempat sekolah ini berdiri dipegang yayasan yang mau menutup,” ujar Ihwan.

Dia sudah menyiapkan sekolah negeri untuk siswa yang jumlahnya 16 orang di SMK Hasanuddin jika ditutup. Hanya saja kepala sekolah dan yayasan kedua yang tidak mau siswanya pindah ke sekolah negeri.

”Kepala sekolah diangkat oleh yayasan pertama dan SK-nya sudah berakhir,” kata Ihwan.

Ditambahkan, dana BOS tidak bisa dicairkan karena kepala sekolah sudah diberhentikan oleh ketua yayasan.

”Kepala sekolah ini tidak berhak mencairkan dana BOS. Sudah ada surat permohonan yayasan pertama untuk menutup sekolah,” pungkasnya. (jay/r9)

Editor : Kimda Farida
#smk #SMKN #Dana BOS