LombokPost-Pengolahan sampah menjadi berbagai kerajinan di SMAN 4 Mataram awalnya sebagai implementasi projek penguatan profil pelajar pancasila (P5).
Kini kegiatan tersebut terus berkembang dengan sampah organik diolah menjadi pupuk kompos dan budi daya maggot juga ada di sana.
”Sampah plastik yang dikumpulkan di sekolah juga kita jual ke bank sampah,” kata Kepala SMAN 4 Mataram H Jauhari Khalid, Selasa (30/1).
Diutarakan, pengolahan sampah di Smanca sebutan SMAN 4 Mataram menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis dirasakan warga sekolah.
Dua pekan sekali maggot yang dibudidayakan sudah bisa dipanen. ”Ada sekitar Rp 2 juta tabungan untuk pengolahan sampah,” cetusnya.
Dikatakan, gelar karya dilakukan para siswa merupakan bagian dari penerapan P5 sesuai dengan Kurikulum Merdeka.
Warga sekolah tidak hanya mampu mengolah sampah menjadi aneka kerajinan, namun juga untuk budi daya maggot.
Tak hanya itu, dengan adanya bank sampah di sekolah juga mengajarkan para siswa dalam mengelola sampah menjadi berkah.
”Kami berharap semangat mengelola sampah terus berlanjut. Tidak hanya saat P5, tetapi juga menjadi sebuah pola hidup bersih dan sehat,” pungkasnya.
Waka Kesiswaan SMAN 4 Mataram Suryati menambahkan, pengolahan sampah menjadi barang yang memiliki nilai tetap berjalan di sekolah.
”Pengolahan sampah ini bukan hanya saat implementasi P5 saja, namun tetap berjalan di sekolah,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida