LombokPost-Pondok Pesantren Al-Madani Lombok Barat semakin banyak peminat.
Ponpes yang lokasinya di Dusun Pelulan, Desa Kuripan Utara, Lombok Barat itu menjadi kepercayaan masyarakat sekitar untuk menyekolahkan anaknya.
”Di sini ada asrama, siswa langsung tinggal di sini. Ada juga siswa dari sekitar dusun ini yang pulang pergi,” kata Kepala MA Al-Madani Muhammad Januar.
Dikatakan, Ponpes Al-Madani memiliki tiga jenjang pendidikan. Diantaranya, Raudhatul Athfal (RA), MTs, dan MA.
”Selain meningkatkan ilmu pengetahuan atau umum, kita juga memperdalam ilmu agama,” kata Januar, sapaan karibnya.
Diutarakan, madrasah ini menerapkan Kurikulum Merdeka. Menurutnya, kurikulum ini sebuah pembelajaran dimana penilaian terhadap siswa tidak lagi berdasarkan kemampuan anak yang dipukul rata.
Penilaian didasarkan kepada tingkat kemampuan anak.
”Masing-masing siswa memiliki kemampuan berbeda. Sehingga belajarnya pun sesuai dengan tingkat kemampuan anak,” ujarnya.
Pada Kurikulum Merdeka ini tambah dia, kriteria ketuntasan minimum (KKM) bukan lagi menjadi tolok ukur kemampuan siswa.
Nilai siswa akan didapat dari seberapa maksimal kemampuan anak.
”Merdeka di sini maksudnya adalah guru mampu membimbing siswa dalam belajar dan bebas dalam menentukan media pembelajaran digunakan.
Siswa diberikan pendidikan sesuai dengan kemampuan, minat, dan bakatnya,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida